MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Otak Liam sempat kosong sejenak belum paham dengan perintah Chatrine, sampai kemudian Chatrine langsung mulai menghitung.
"Satu, dua, tiga, empat,..." Chatrine terus lanjut menghitung.
Butuh tiga detik bagi otak Liam untuk benar-benar memahami. Lalu matanya melebar. “Kau serius?”
Tanpa pikir panjang, Liam benar-benar berlari keluar rumah. Tiap detik yang dihitung Chatrine terus berjalan.
"Enam, tujuh, delapan..."