DARAH PERAWAN
rintih widy khawatir
"nggak kok mbak, bapak janji!" ucap pak mamang meyakinkan
Widy melaju dengan sepeda motornya, air mata yang saat ini bercucuran merupakan tanda kekecewaan yang sangat mendalam.
Dibenakannya hanya ada wajah devan orang yang sangat ia cintai, serta keluarga yang tak kalah ia cintai, pilihan yang sangan berat, mempertahankan cintanya dengan devan atau menyakisan penderitaan keluarganya yang bisa kapan saja dilakukan oleh ibu tiri devan.