Istri Kecil Tuan Guru
Rambutnya indah terurai
Sesekali ia melirik jam dipergelangan tangannya yang lentik, lalu tersenyum seraya menatap seseorang yang baru saja keluar.
"Ibu!"
Wajahnya yang cantik tampak sumringah saat melihat Sri, calon mertuanya. "Apa apakabar, Ibu?"
"Seila?"
"Iya Ibu, ini aku," tukasnya dengan menghampiri Sri, memeluknya sebentar dengan hangat.
Hanya saja Sri tampak biasa, ia tidak tahu harus mengatakan apa jika Seila bertanya padanya.
"Maaf Ibu, aku kemari malam-malam begini, Tapi aku tidak bisa menghubungi Bara, dia mengabaikanku. Ibu." terangnya mengurai pelukan.
Hot Chapters