Menantu yang Sengaja Dibuang
"Duh, gimana ya, Ustadz. Saya itu masih awam soal begituan. Kayaknya enggak deh. Kecuali kalau cuma ikut bantu nyiapin sih masih bisa."
Aku pun sontak memanggilnya dengan sebutan Ustadz. Duh, Ibrahim alias Al-Faqir. Bersamanya, seakan otakku tak berhenti traveling, betapa agamis sekali tampilan pria di hadapanku.
"Loh, memang. Siapa juga yang minta kamu untuk isi pengajiannya?"
Andi, Seto, dan Arman menutup mulutnya seakan ada sesuatu yang tengah mereka sembunyikan. Iya, tawa mereka.
Hot Chapters