Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa
Sialang Babega tersenyum, lalu merangkul sang anak, memeluknya dengan penuh kelembutan dan kehangatan.
“Matahari itu panas membara, Buyung,” kata Sialang Babega. “Bergelora, membakar apa saja yang berani mendekatinya. Tapi rembulan…, rembulan terlalu lembut untuk berlaku kasar pada makhluk duniawi. Dia tetap tenang, meski asap kabut menutupi, walau mendung pekat menghalangi, dia tetap tenang dengan cahayanya yang lembut. Cahaya yang lembut yang juga mampu memberikan ketenangan pada setiap makhluk yang mencari makan di malam hari.”
Hot Chapters