Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Merman

The Merman

Tok Tok Tok "Arthur!" Keana mengetuk pintu depan rumahnya, namun tidak ada jawaban. Kembali Keana mengetuknya tapi sama saja. Tidak ada respon. Keana memutuskan untuk mendorong pintu yang tidak dikunci itu lalu masuk dalam rumah.
9.916.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 649 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN CANTIK ITU MENGAKU ISTRIKU

PEREMPUAN CANTIK ITU MENGAKU ISTRIKU

praduga timbul di kepalaku. Aku terus menapaki jalan itu hingga sampai di depan bangunan kecil itu yang mirip dengan rumah. Ada satu pintu kecil dan dua buah jendela tertutup tirai putih di sampingnya. 'Tok tok tok!' Kuketuk pintu tapi tak ada jawaban dari siapa-siapa. Kuraih gagang pintu dan menurunkannya ke bawah, pintu kecil itu terbuka. Bau debu dan lembab tercium jelas di dalam ruangan. Berdiri satu lagi pintu tertutup di depanku, mungkin pemisah ruang tamu dan ruang tengah. Kuberanikan diri menapakkan kakiku menuju ruangan di balik pintu kayu model lama yang tertup di hadapanku.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

BAKTI SI ANAK LAKI-LAKI YANG TIDAK DIHARGAI

ucap Winar sambil mengetuk pintu didepan kami yang menjulang tinggi. Mataku memindai seluruh dessin rumah ini, pintu tinggi berbahan kayu jati dengan ukiran-ukiran memenuhi setiap jengkal pintu yang berdiri kokoh didepan kami. Cklek ... Suara knop pintu dibuka seseorang dari dalam. Wanita berjilbab besar muncul dari balik pintu dengan senyumnya terkembang. "Masuk Win!" ucap wanita itu.
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
Aku, Musuhku dan Para Pemburu

Aku, Musuhku dan Para Pemburu

Jamie berjinjit mendekati pintu dan memutar pegangannya. Ia nekat keluar kamar dan menuruni tangga kayu. Matanya membelalak saat melihat rumah kabin dari kayu yang luas dan megah. Mereka memiliki jendela kaca yang besar dengan tirai-tirai tertutup agar matahari tak langsung masuk ke dalam rumah. Walau begitu rumah mereka mendapat pencahayaan yang cukup sehingga tak tampak suram.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
Menantu Sultan

Menantu Sultan

“Itu rumahnya, Kak.” Citra terdiam melihat rumah Raka, sebuah rumah kecil di perumahan murah pinggiran kota. Dari rumah yang begitu mewah laksana sebuah istana, lalu berakhir pada tempat sekecil ini. Pintu rumah terbuka dan seseorang mendorong motor keluar, dengan posisi membelakangi Citra. Tetapi ia tahu jika itu adalah Raka, mungkin dia mau pergi ke suatu tempat karena dia sudah berpakaian rapi.
1020.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Dia membuka pintu kayu dengan sebuah kunci kecil dan mempersilakan kami masuk. Di dalam, rumah itu sederhana, tetapi fungsional. Ada satu ruangan utama dengan meja kayu dan beberapa kursi, dapur kecil di sudut, dan dua kamar tidur sempit. Jendela-jendelanya dilengkapi tirai tebal, mungkin untuk memastikan cahaya tidak terlihat dari luar.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
SETELAH KEMATIAN ISTRIKU

SETELAH KEMATIAN ISTRIKU

Mereka berjalan menuju arah pintu. Kulihat dengan jelas. Pak Ken memasukkan anak kunci pada pintu rumahnya. Tangannya bergerak memutar hingga pintu berhasil terbuka. Mereka pun lenyap di balik pintu besar hitam itu. Rumah dalam keadaan terkunci. Itu berarti tidak mungkin Nakula ada di sana. Lantas dimana? Kuraup wajah kasar. Dimana Nakula sebenarnya? Ku ketuk-ketuk stir kemudi. Apa mungkin dia pergi ke outletnya? Menenangkan dirinya dan juga Karina di sana?
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 733 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Setibanya di depan kamar dengan papan kayu dekorasi pintu bertuliskan nama Caca dan Byan, Cantika menarik gagang pintu. “Ini kamarnya.” Dia bergeser, memberi ruang untuk Ben masuk ke dalam. Lelaki itu menapakkan kaki melewati pintu. Namun, tiba-tiba berbalik. Segalanya begitu cepat, nyaris tidak terlihat saat Ben menarik sebelah pergelangan Cantika masuk ke kamar dan menutup pintu di belakang mereka. “What the hell?!” desis Cantika melebarkan pupil matanya. “Ini bukan rumah kamu!”
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
Muslihat Cinta Sang Produser

Muslihat Cinta Sang Produser

"Terserah kamu ajalah, yang penting kamu mau mampir." Regina ajak Kiano masuk ke rumahnya, Regina memutar grendel pintu utama rumahnya, ternyata di kunci. Dia memencet bell yang ada di sisi kanan pintu, tidak lama setelah itu pembantunya membukakan pintu. Kiano mengikuti Regina masuk ke rumah, rumah itu begitu sepi. Kiano duduk di sofa di ruangan tengah rumah Regina, dia tidak melihat ada tanda-tanda kalau Mama Regina ada di rumah.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai kaca pintu rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status