Mantanku Kembali
kataku, mencoba menyeimbangkan antusiasmenya dengan tanggung jawab.
“Iya, Kak. Aku janji akan belajar. Teman-temanku juga rajin belajar, jadi aku tidak akan ketinggalan,” jawabnya mantap.
Setelah makan, kami berdua membantu merapikan meja. Tiba-tiba, suara dering ponselku memecah keheningan. Itu adalah pesan dari Adrian, suamiku. “Kamu di mana? Sudah makan?” Pesan itu sederhana, tetapi membuatku merasa hangat. Aku membalasnya bahwa aku sedang bersama Sekar dan kami baru saja selesai makan.
Hot Chapters