KARMA MERTUA
"Ibuk ini bilang apa? Allah nggak suka hambanya bicara seperti itu, Buk. Ibuk yang sabar ya, sakit ini jika dijalani dengan ikhlas, insya Allah bisa menjadi penggugur dosa."
Hatiku meleleh mendengar pembicaraan sepasang ibu dan anak itu. Tak sanggup lagi mendengar kelanjutannya, ku bergegas ke dapur membuat 2 cangkir kopi untukku dan Mas Daru. Jika Rita tak mau lagi kesini merawat ibunya, lalu Intan juga sudah mulai rewel, haruskah aku mengalahkan egoku untuk mengurus orang tua itu? Apakah ini ujian untukku apakah aku sanggup membalas budi orang yang telah berjasa dalam kehidupan suamiku? Pikiranku mendadak kacau.
"Mbak!" Intan ternyata sudah ada di belakangku. Dia sudah kembali dari rumahny
Hot Chapters