Perawan Untuk Om Duda
Terlepas dari semua, adakah yang pantas Selma syukuri selain kesempatan hidup yang diberikan Tuhan padanya?
“Kenapa lama sekali?” Panji bangkit dari sofa, hendak memasuki ruang ganti Sana.
“Heh, mau ke mana, Om?” tegur Selma.
“Kamu pikir ke mana lagi.”
“Payah,” Selma meninggalkan sofa juga, “Om nggak malu masuk ke ruang ganti perempuan? Iya, saya tahu kalau Sana bakal jadi istri Om, tapi kalau sekarang sama aja Om ngintip anak perawan,” ejeknya.