Imperfect Love
“Tapi dia itu belum pernah bikin kopi, Mas. Kalau kenapa-napa di dapur gimana?”
“Kopiku yang bakal kenapa-napa,” sahut Pras sambil menatap sedan hitam yang baru saja keluar dengan pelan dari garasi. “Kalau dia nggak tahu bedain yang mana garam, yang mana gula dan yang mana krimer.”
“Kan, tinggal dirasain.” Menurut Sinar, ucapan Pras barusan sangatlah berlebihan. “Lagian, gula, sama garam itu bentuknya sudah beda.”
“Ya! kita lihat saja nanti.”