Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

"Udah buruan apa kadonya?" Lila mencari-cari wangsit di jalanan. Barangkali ada toko apa begitu yang barangnya cocok untuk kado. "Tas aja, Pak!" serunya saat melihat gerai tas merk terkenal. "Yang itu!" tunjuknya pada gerai berpapan nama Kwani.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN BENALU

AKU BUKAN BENALU

“Ya sudah mbak di tunggu kepulangannya ya.” “Iya Rum, mbak ada pesanan baju lusinan kamu bisa belanjain ga Rum? Nanti langsung dikirim aja, biar ga penuh-penuhin rumah. Kamu ajak Haikal saja ke klewernya biar dibantuin angkat-angkatin.” “Bisa mbak, kalau ada pesanan besar gini harus di sempat-sepmpatin dong mbak. Lumayan buat tambahan uang jajan.”
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata Butet. "Ini kan dah bilang," "Makan di mana, Mak?" "Itu restoran Bunda Kanduang," "Ikut, Mak, tunggu aku, aku ajak Wulan ya," kata Butet lagi. "Ya, udah, ajak saja," Tak berapa lama kemudian, Butet sudah datang bersama teman. Butet tampak terkejut melihat semua orang. "Uwak, Udak," kata Butet seraya salim kepada semua orang.
1079.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.

Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.

saran ibuku. “Kita baca doa dulu yang lebih khusuk biar bisa dibuka. Kalau tidak bisa juga kita tunggu Bapak pulang.” “Na ... na, na, Bu. Pa ni, Bu ....” celoteh Kia di gendonganku. Dia berusaha meraih buntelan yang dipegang neneknya. “Jangan, Sayang. Ini bukan mainan Kia, nah, Kia main ini saja, ya?” Kia membuangnya. Dia kekeh berusaha mengambil buntelan dari tangan neneknya.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
Batal Di Madu

Batal Di Madu

“Mbok, tadi di kutu kupret itu datang ke rumah, ngapain dia di sana ?” “Siapa toh Den, namanya Kutu Kupret? Soalnya yang datang hanya ada satu orang sih Pak Ganteng kalau enggak salah namanya Pak Rama, kinclong banget itu wajah, skin care apa yang dipakainya itu? Udah ganteng, murah senyum lagi.” Mendengar ucapan Mbok Darmi membuat telinga Raga semakin panas dan kesal.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Lantas kembali dengan sebuah bok. "Ini dari Umma. Bisa adik gunakan untuk akad. Tak perlu berias secara berlebihan ya." Kubuka kotak dus itu dan melihat isinya. Sebuah kebaya warna putih yang sangat cantik. "Ya Allah, cantik sekali ini, Bang." Aku berdiri menempelkan kain halus itu di tubuh. "Itu Umma yang beri. Berterima kasih je pada Umma."
9.781.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

panjenengan Sampun nurunaken gerimis Ingkang nukulaken suket ijo Ingkang damel ati iki bungah Dari manusia yang tidak tahu cara. berterimakasih. Mungkin karena dia tidak pernah. ditolong, atau mungkin dia yang tak sadar ketika ditolong.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

"Bentar, Lek. Aku panggilin Ibu!" _OoO_
1078.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kua bantul
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
Berondong Buleku

Berondong Buleku

Pengumuman dari sekertaris desa itu membuat semua orang bergerak ke tempat yang dimaksud. "Opo iki? Terlalu heboh pake acara kalung bunga," gumam Luna ketika melihat rangkaian bunga yang disusun berbentuk kalung itu tersedia di meja. "Ngomong opo toh, Lun?" Andin teman SMAnya dulu menyenggol Luna. Ia satu dari lima orang yang bertugas membantu mahasiswa yang datang selama KKN di desanya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kua bantul
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status