Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi
Mas Farhan mencium keningku kemudian berkata, "Yang pasang pagar kemarin, jadi menambah pesanan. Dia akan pasang railing untuk lantai dua dan tiga. Mas masih nunggu deposit. Sabar, ya. Rejeki itu sudah diatur. Kadang kita menginginkan A, ternyata tidak diloloskan. Itu karena apa? Karena Allah sudah menyiapkan rencana yang terindah dan tertepat."
"Iya, Mas. Aku paham," jawabku sambil mengangkat dagu, menatap sorot mata suamiku ini yang menyejukkan. Kami tersenyum bersama dan saling mengeratkan pelukan. Seperti berbagi beban, rasa gundah yang aku alami mulai menguap.
*
Serpihan hati yang sempat terburai, mulai utuh kembali. Aku berusaha memalingkan pikiran hanya kepada keluarga, suami dan anak
ตอนยอดนิยม