Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Bommm Poenik itu kembali melesatkan bola magma raksasa dari mulutnya membuat lubang tanah yang sangat besar. Bommm Zhu Lao yang dapat dengan mudah menghindar, menerkam Poenik dengan kakinya, dan kali ini Poenik Surgawi yang terjatuh dari ketinggian ke tanah, membuat suara ledakan yang sangat keras. "Sie Gong ... Apa Beast Penguasa begitu mengerikan?" Liu Shin menelan ludah melihat pertempuran Zhu Lao dan Poenik Surgawi yang membuat suara dentuman yang sangat keras. Ledakan dimana-mana, beberapa tempat terbakar hangus oleh magma yang di keluarkan oleh Sang Poenik.
9.5400.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai ludah pocong
Tampilkan Ulasan (60)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Kurnia Novendra
mau nanya bos,.padahal saya sudah baca legenda pendekar pedang Liu Shin ini udh sampai Liu shin ikut pertandingan di kerajaan shung setelah dia mengobati racun kalajengking hitam,.kok sekarang balik ke awal lagi,.!?mohon dilanjtkan seperti semula lagi bos,.Liu Shin ikut pertandingan yg ke 4,.
Baca Semua Ulasan
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Ia mengunyah perlahan, lalu tersenyum dan berkata kepada ibunya bahwa rasanya seperti bubur kacang hijau, tetapi lebih enak dimakan dingin. Beberapa orang langsung membeli. Puding terbatas itu membuat gerobak Leo terlihat seolah selalu punya hal baru, sementara pedagang lain baru mulai memikirkan cara meniru mie dan pangsit. Penjual minuman gula merah di sisi lain festival mulai menambah kacang ke minumannya. Namun takarannya terlalu banyak, sehingga rasa gula merahnya hilang dan kacang membuat minuman terasa berat.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG LANGIT

PUSAKA PEDANG LANGIT

Tapi percakapan mereka terdengar jelas. “Sudah beberapa hari ini gudang senjata tutup,” ucap salah seorang dengan antusias semua warga setiap malam sering datang untuk menonton pertandingan atau berjudi di sana. “Iya, kau benar. Aku dengar pemilik gudang itu sedang mencari pendekar pedang yang kemarin baru saja menang,” sahut temannya yang ternyata juga sudah tahu kabar tentang pencarian pendekar pedang itu. Yang tidak lain adalah Zoe.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 825 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

' Ardian turun dengan lincah, kakinya sedikit sakit karena terlalu tegang untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. "Terima kasih ya Pak!" teriak Ardian yang senang seperti mendapatkan hadiah emas. Ardian masuk ke dalam rumah, dengan senang hati ia mengupas mangga muda yang dagingnya terlihat berwarna kuning dan putih. Ia mencicipi mangga itu dan merasakan rasa asam yang luar biasa. "Begini ya kalau ngidam, huh kecut banget!"
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 503 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 18 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Di tempat lain, pria yang diingatkan kembali akan masa lalu tengah merebahkan dirinya di sofa. Sofa yang warnanya hampir pudar karena termakan usia. Bayangan dua wanita dengan cara pandang hampir sama benar-benar membuat akalnya menggila. Namun, sedetik kemudian tawa terdengar jelas mengudara. Tawa yang seolah mengejek nasibnya sendiri.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

Lokasi Penambangan Mineral di California "Mark, aku tahu kau tahu dimana Laura," ucap seorang laki-laki bermata biru pada seorang pria berambut keriting. Lawan bicaranya hanya tersenyum simpul, tidak menghiraukan, sibuk dengan berkas-berkas yang ada di depannya. Lelaki bermata biru mulai marah karena diabaikan. Dia beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati pria berambut keriting itu.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

kata Rio Miftah melirik gelas yang ada di hadapananya, lalu menatap Rio yang sudah meminum minuman itu dengan satu tegukan besar. "Apa rasanya enak? Kenapa kau meringis setelah minum itu?" Tanya Miftah heran sekaligus penasaran "Coba saja.. Jangan banyak tanya!" jawab Rio dan menyodorkan gelas berisi vodka kepada Miftah. Miftah menerima uluran gelas dari Rio dan mencoba mengirup aroma minum minuman itu. Baunya aneh, batin Miftah. Di minum lah sedikit dan Miftah langsung menjulurkan lidahnya, merasakan tenggorokannya seperti terbakar.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

"Hahaha, ternyata sejak kamu menghilang membuatmu lupa diri, akan aku buat kau sama sepertiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi aku, hahaha." Gawat! Pocong tersebut akan bersiap untuk menyerang Sumelika! Terlihat lidahnya memanjang sepanjang 80 meter, dan dia seperti akan mematuk Sumelika. Ssssstttt! Benar saja! Dia mematuk Sumelika, syukurnya Sumelika bisa menghindar dari serangan pocong itu. Sassssstttt!
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

Ia hanya seorang buruh tani yang dipanggil kacung oleh warga desa yang sebenarnya sama-sama seorang buruh tani. Amin mengendarai mobil sudah berjam-jam lamanya. Ia tidak pernah menyangka bahwa sesungguhnya apa yang disebut “kelokan di seberang sana” oleh seorang penjaga warung di pinggiran jalan yang rupanya mengenal Dedeng adalah sebuah jalan berkilometer jauhnya sampai ke sebuah rumah tak berpagar dengan nuansa Jawara Batavia dengan cat pelitur cokelat yang mengilap dan lampu gantung yang terbuat dari besi asli.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

Bisik Maya sembari menunjuk kearah sebuah warung bakso di pinggir jalan. “Iya non, itu namanya jin penglaris non. Setau pakde ya non, ada dua bentuk jin penglaris yang sering di pakai oleh orang-orang yang menginginkan warung atau rumah makannya ramai akan pengunjung. Yang pertama, anda bisa lihat sesosok pocong yang tengah berdiri di dekat panci yang berisi kuah bakso itu? Nah, setau pakde, pocong itu akan menjatuhkan air liurnya ke dalam panci yang berisi kuah bakso itu. Dan setelah itu, rasa yang awalnya biasa saja, kini berubah menjadi sangat lezat non. Anda mau mencobanya?” Kata pakde Yono sembari sedikit berbisik kepada Maya. “Ihh! Uweekk-uweekk!!! Astaga pakde… Perutku langsung mual-m
1010.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status