Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Payung Merah

Payung Merah

Lokasi Penambangan Mineral di California "Mark, aku tahu kau tahu dimana Laura," ucap seorang laki-laki bermata biru pada seorang pria berambut keriting. Lawan bicaranya hanya tersenyum simpul, tidak menghiraukan, sibuk dengan berkas-berkas yang ada di depannya. Lelaki bermata biru mulai marah karena diabaikan. Dia beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati pria berambut keriting itu.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as ludah pocong
Read
+Library
NYUPANG BEDUL (PESUGIHAN BABI NGEPET)

NYUPANG BEDUL (PESUGIHAN BABI NGEPET)

) jelasku. "Pocang-pocong, pocang-pocong! Laka pocong! Sing mau gah ning kene lagi ngising laka papa!" (Pocang-pocong, pocang-pocong! Tidak ada pocong! Dari tadi aku berak disini tidak ada apa-apa) ketus bu Ijah sambil pergi meninggalkanku. Aneh saja kalau bu Ijah tidak melihat dan aneh juga kalau dia berak di sawah!
105.0K viewsCompletedAdded to Library 184 Times as ludah pocong
Read
+Library
Janda Muda

Janda Muda

kata Rio Miftah melirik gelas yang ada di hadapananya, lalu menatap Rio yang sudah meminum minuman itu dengan satu tegukan besar. "Apa rasanya enak? Kenapa kau meringis setelah minum itu?" Tanya Miftah heran sekaligus penasaran "Coba saja.. Jangan banyak tanya!" jawab Rio dan menyodorkan gelas berisi vodka kepada Miftah. Miftah menerima uluran gelas dari Rio dan mencoba mengirup aroma minum minuman itu. Baunya aneh, batin Miftah. Di minum lah sedikit dan Miftah langsung menjulurkan lidahnya, merasakan tenggorokannya seperti terbakar.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 325 Times as ludah pocong
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

Ia hanya seorang buruh tani yang dipanggil kacung oleh warga desa yang sebenarnya sama-sama seorang buruh tani. Amin mengendarai mobil sudah berjam-jam lamanya. Ia tidak pernah menyangka bahwa sesungguhnya apa yang disebut “kelokan di seberang sana” oleh seorang penjaga warung di pinggiran jalan yang rupanya mengenal Dedeng adalah sebuah jalan berkilometer jauhnya sampai ke sebuah rumah tak berpagar dengan nuansa Jawara Batavia dengan cat pelitur cokelat yang mengilap dan lampu gantung yang terbuat dari besi asli.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as ludah pocong
Read
+Library
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

Bisik Maya sembari menunjuk kearah sebuah warung bakso di pinggir jalan. “Iya non, itu namanya jin penglaris non. Setau pakde ya non, ada dua bentuk jin penglaris yang sering di pakai oleh orang-orang yang menginginkan warung atau rumah makannya ramai akan pengunjung. Yang pertama, anda bisa lihat sesosok pocong yang tengah berdiri di dekat panci yang berisi kuah bakso itu? Nah, setau pakde, pocong itu akan menjatuhkan air liurnya ke dalam panci yang berisi kuah bakso itu. Dan setelah itu, rasa yang awalnya biasa saja, kini berubah menjadi sangat lezat non. Anda mau mencobanya?” Kata pakde Yono sembari sedikit berbisik kepada Maya. “Ihh! Uweekk-uweekk!!! Astaga pakde… Perutku langsung mual-m
1010.4K viewsOn holdAdded to Library 386 Times as ludah pocong
Read
+Library
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Cuih! Pocong itu meludahi wajah Nuning. Seketika Nuning merasakan panas yang teramat sangat. Ia menggunci bibirnya, giginya gemertak. Nuning meremas jarinya untuk menahan rasa panas itu. Napas Nuning tersengal-sengal. Benar dugaanya, ujiannya di hari kedua sangat berat. Kulit Nuning terasa melepuh. Seluruh tubuhnya gemetar menahan rasa panas. Peluh membasahi seluruh tubuhnya. Pocong itu tertawa cekikikan melihat expresi wajah Nuning yang merah seperti kepiting rebus. Ingin rasanya Nuning menyiramkan air yang ada di depanya ke wajahnya. Panas. Nuning mulai mengatur napasnya. Ia meyakinkan dirinya sendiri kalau dia bisa.
1076.0K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as ludah pocong
Read
+Library
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

Murni terdiam, matanya membesar saat pocong itu semakin mendekat, hingga jaraknya hanya beberapa langkah darinya. Pocong itu membuka mulutnya, perlahan, seolah hendak mengucapkan sesuatu. Bibirnya kaku, namun dari celah mulutnya, terdengar sebuah suara serak yang nyaris tak terdengar. "To... long..." katanya perlahan, suara yang terputus-putus, seperti berasal dari dunia yang berbeda.
109.7K viewsCompletedAdded to Library 341 Times as ludah pocong
Show Reviews (52)
Read
+Library
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Read All Reviews
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Reyna dan Selena yang melihat pocong itu dengan jelas, Reyna sampai terus menggenggam tangan Linggar karena sedikit ngeri melihat pocong hitam yang sangat besar dan bertaring. "Li, aku baru kali ini liat pocong super gede, bertaring lagi." Bisik Reyna. "Pocong!?" Deon terkejut mendengar bisikan Reyna ke Linggar. "SSHHH! Jangan keras-keras ngomongnya!" Ujar Reyna, dan Deon menutup mulutnya.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as ludah pocong
Read
+Library
Young Single Mom

Young Single Mom

Lula beranjak dari duduknya dan segera berjalan mendekati Ibu. "Itu ada yang jual Dakbal kesukaanmu!" Ibu mengangkat jari telunjuknya kearah kedai kecil yang ada disudut taman itu. Dakbal adalah ceker pedas tanpa tulang khas korea, salah satu makanan yang membuat Lula tergila-gila.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 353 Times as ludah pocong
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Justin mengepalkan kedua tanganya dan menatap lurus, dengan deru napas kasar. Pembawa acara, mengambil mikrofone dan berkata "Barang lelang kali ini Ada kalung liontin permata biru, yang terbuat dari giok dan berilan." Sebuah kain penutup di buka. Kilauannya memantulkan cahaya. “Harga dimulai dari tiga miliar.” Justin terpaku sesaat. “Tiga dua.” jackob berkata sambil mengangkat papan nomor. “Tiga emat.” sambung yang lain.“Tiga tujuh.”kata pria berkaca mata. Justin masih terdiam mengamati, Jackob terkekeh, lalu kembali mengacungkan papan nomornya. “Lima miliar.” sambung Jackob, lalu menyunggingkan seulas senyum.“Apakah ada yang lebih tinggi, dari nomor dua?” dengan percaya dirinya Justin berk
786 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as ludah pocong
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status