Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Cuih! Pocong itu meludahi wajah Nuning. Seketika Nuning merasakan panas yang teramat sangat. Ia menggunci bibirnya, giginya gemertak. Nuning meremas jarinya untuk menahan rasa panas itu. Napas Nuning tersengal-sengal. Benar dugaanya, ujiannya di hari kedua sangat berat. Kulit Nuning terasa melepuh. Seluruh tubuhnya gemetar menahan rasa panas. Peluh membasahi seluruh tubuhnya. Pocong itu tertawa cekikikan melihat expresi wajah Nuning yang merah seperti kepiting rebus. Ingin rasanya Nuning menyiramkan air yang ada di depanya ke wajahnya. Panas. Nuning mulai mengatur napasnya. Ia meyakinkan dirinya sendiri kalau dia bisa.
1076.5K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as ludah pocong
Read
+Library
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

Cluk' Cluk' Pocong Raharjo melompat-melompat. Awalnya, lompatan pelan dan perlahan mendekatinya, tapi semakin lama, gerakannya terlihat semakin cepat. Tubuhnya yang basah kuyup oleh hujan tetap memancarkan aura yang menakutkan di tengah kilatan petir yang terus menyambar. “Beraninya kau mendekati anakku!” seru pocong itu, suaranya seperti guntur yang menggema di tengah jalanan yang begitu sepi.
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 348 Times as ludah pocong
Show Reviews (52)
Read
+Library
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Read All Reviews
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Reyna dan Selena yang melihat pocong itu dengan jelas, Reyna sampai terus menggenggam tangan Linggar karena sedikit ngeri melihat pocong hitam yang sangat besar dan bertaring. "Li, aku baru kali ini liat pocong super gede, bertaring lagi." Bisik Reyna. "Pocong!?" Deon terkejut mendengar bisikan Reyna ke Linggar. "SSHHH! Jangan keras-keras ngomongnya!" Ujar Reyna, dan Deon menutup mulutnya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as ludah pocong
Read
+Library
Young Single Mom

Young Single Mom

Lula beranjak dari duduknya dan segera berjalan mendekati Ibu. "Itu ada yang jual Dakbal kesukaanmu!" Ibu mengangkat jari telunjuknya kearah kedai kecil yang ada disudut taman itu. Dakbal adalah ceker pedas tanpa tulang khas korea, salah satu makanan yang membuat Lula tergila-gila.
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 363 Times as ludah pocong
Read
+Library
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

Anes mendongak, dia memajukan wajahnya naik ke bibir suaminya lalu mengecup singkat bibir tersebut. "Makasih, ya, Mas. Anes puas." Ardi mengangguk perlahan. Rasanya tubuhnya lemas tak bertenaga. "Capeknya seperti orang yang mencangkul satu hektar." "Ish ... Mas apaan, sih! Orang cuma begitu doang." "Bener, Nes. Meladeni permainanmu membust Mas kehabisan tenaga. Mas mau tidur, ya." "Iya. Tapi ...."
101.4K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as ludah pocong
Read
+Library
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

gumam pocong tadi. "Nek, itu pocong si pohon mangga kok ngikutin kita sih, Nek?" bisik Dika saat mencoba menikmati soto ayamnya. "Ihhhhhh ganteng banget mas pocongnya tau. Hai hai anak baru ya di sini?" Pocong wanita tadi melompat mendekat. Pocong yang biasa ada di pohon mangga depan rumah Nenek Asih itu langsung melompat menghindari si pocong perempuan tadi. Laila yang melihat itu tertawa dengan puas.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as ludah pocong
Read
+Library
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

Semua orang sudah berkumpul di meja makan, menunggu Alina dan juga Nasya Nasya pun duduk di samping Alina sedangkan Devan duduk di samping Aisyah dan juga Alina. "Devan, ini aku buatkan udang saus padang kesukaan kamu ingatkan kamu waktu kecil kamu sering banget minta buatin ini sampai ibu. "Ucapan Alina sembari menyodorkan masakan buatannya dan juga ibu asih. "Aku tidak suka udang Alina, aku malah justru alergi udang. "Jawab Devan mengejutkan Alina dan juga Nasya.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as ludah pocong
Read
+Library
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Entah apa yang dipikirkannya saat itu. “Tenang ya, Pak. ‘Kan udah pengalaman. Kalau ijab kabulnya gemeteran, gimana nanti malamnya, Pak? Kasian nanti istrinya keburu tidur.” Pak Penghulu meledeknya untuk mencairkan suasana kaku. Semua tamu pun ikut tergelak mendengar lelucon pria berusia sekitar lima puluh tahun tersebut. Sementara, Rain tertawa getir.
9.714.6K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as ludah pocong
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Nggak usah pake bahasa Jawa.” Arya mencebik, karena Asri selalu saja protes bila ia keceplosan memakai bahasa Jawa. Menjalani hari-hari di Surabaya, jelas saja bahasa daerah sana sudah melekat pada Arya. “Chubby, Bun! Nah, pipinya itu berisi, matanya nggak cekung, dan nggak koyok Panda.” Asri menarik napas dan berpikir. Bila dilihat dari ciri-cirinya, mungkin saja perkataan Arya barusan itu benar. Cita memang terlihat kuyu, dan tidak sehat.
9.839.5K viewsCompletedAdded to Library 909 Times as ludah pocong
Read
+Library
Mandul

Mandul

Tak memiliki tujuan, tak memiliki kendaraan dan tak memiliki cukup uang. "Bodoh sekali aku. Kenapa selalu menolak apa yang diberikan oleh mas Ayus? Mungkin jika aku menyimpan sedikit uang setiap bulannya, aku pasti memiliki cukup tabungan untuk mencari kos atau rumah kontrakan. Sialnya sekarang uangku cukup untuk makan beberapa hari. Eh, mengapa kepalaku pusing?"
105.1K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as ludah pocong
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status