Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

Anes mendongak, dia memajukan wajahnya naik ke bibir suaminya lalu mengecup singkat bibir tersebut. "Makasih, ya, Mas. Anes puas." Ardi mengangguk perlahan. Rasanya tubuhnya lemas tak bertenaga. "Capeknya seperti orang yang mencangkul satu hektar." "Ish ... Mas apaan, sih! Orang cuma begitu doang." "Bener, Nes. Meladeni permainanmu membust Mas kehabisan tenaga. Mas mau tidur, ya." "Iya. Tapi ...."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

gumam pocong tadi. "Nek, itu pocong si pohon mangga kok ngikutin kita sih, Nek?" bisik Dika saat mencoba menikmati soto ayamnya. "Ihhhhhh ganteng banget mas pocongnya tau. Hai hai anak baru ya di sini?" Pocong wanita tadi melompat mendekat. Pocong yang biasa ada di pohon mangga depan rumah Nenek Asih itu langsung melompat menghindari si pocong perempuan tadi. Laila yang melihat itu tertawa dengan puas.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

Semua orang sudah berkumpul di meja makan, menunggu Alina dan juga Nasya Nasya pun duduk di samping Alina sedangkan Devan duduk di samping Aisyah dan juga Alina. "Devan, ini aku buatkan udang saus padang kesukaan kamu ingatkan kamu waktu kecil kamu sering banget minta buatin ini sampai ibu. "Ucapan Alina sembari menyodorkan masakan buatannya dan juga ibu asih. "Aku tidak suka udang Alina, aku malah justru alergi udang. "Jawab Devan mengejutkan Alina dan juga Nasya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
DOA KUBUR TAK SEMPURNA

DOA KUBUR TAK SEMPURNA

Suara dengungan bak lebah terdengar dari sosok-sosok pocong yang mengelilingi Pak Atmo. Hal itu semakin menyakitkan telinga pria tua. Dia tidak bisa menutup telinga karena sibuk melawan serangan pasukan pocong. Wuusst! Angin kencang beraroma wangi melati datang memporak-porandakan pasukan pocong. Mereka terpelanting ke lantai bahkan ada yang terpental membentur dinding. Seketika lima pocong tersebut hancur lebur dan hanya menyisakan lengkingan panjang. Darah segar menetes dari kedua telinga Pak Atmo.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Bocilnya Mas Duda

Bocilnya Mas Duda

"Hhhh... Dasar Duda Cabul!" ***
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Entah apa yang dipikirkannya saat itu. “Tenang ya, Pak. ‘Kan udah pengalaman. Kalau ijab kabulnya gemeteran, gimana nanti malamnya, Pak? Kasian nanti istrinya keburu tidur.” Pak Penghulu meledeknya untuk mencairkan suasana kaku. Semua tamu pun ikut tergelak mendengar lelucon pria berusia sekitar lima puluh tahun tersebut. Sementara, Rain tertawa getir.
9.714.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Nggak usah pake bahasa Jawa.” Arya mencebik, karena Asri selalu saja protes bila ia keceplosan memakai bahasa Jawa. Menjalani hari-hari di Surabaya, jelas saja bahasa daerah sana sudah melekat pada Arya. “Chubby, Bun! Nah, pipinya itu berisi, matanya nggak cekung, dan nggak koyok Panda.” Asri menarik napas dan berpikir. Bila dilihat dari ciri-cirinya, mungkin saja perkataan Arya barusan itu benar. Cita memang terlihat kuyu, dan tidak sehat.
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 880 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Tak memiliki tujuan, tak memiliki kendaraan dan tak memiliki cukup uang. "Bodoh sekali aku. Kenapa selalu menolak apa yang diberikan oleh mas Ayus? Mungkin jika aku menyimpan sedikit uang setiap bulannya, aku pasti memiliki cukup tabungan untuk mencari kos atau rumah kontrakan. Sialnya sekarang uangku cukup untuk makan beberapa hari. Eh, mengapa kepalaku pusing?"
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Pocong Andong Penjemput Jiwa

Pocong Andong Penjemput Jiwa

Desi Diah PangestiMisteriIblisSantetKutukan
Berminggu-minggu beberapa desa tampak seperti desa mati setelah malam tiba. Hal itu disebabkan karena banyaknya orang meninggal yang ditemukan pada pagi harinya dalam keadaan telungkup. Menurut kabar yang berbedar, mereka meninggal setelah bertemu pocong berwajah hancur dengan kedua bola mata merah besarnya. Kedatangan pocong tersebut juga selalu disertai dengan bunyi gemerincing andong, padahal di desa mereka sama sekali tidak ada yang mempunyainya. Jelas saja itu adalah andong gaib yang tengah ditunggangi oleh pocong penjemput nyawa. Hingga suatu malam, tepatnya pukul 20.10. Arkan yang baru saja pulang mengerjakan tugas di rumah temannya itu dibuat
91.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Bulu kuduknya seketika berdiri dan merinding. Tiba-tiba dari arah depan, ada pocong yang meloncat menghadang mereka. Aletha tersentak kaget hingga mundur. Sedangkan Farid refleks langsung meninju perut pocong itu dengan keras. Sosok pocong itu tersungkur hingga tali simpul kepalanya terlepas. Terlihat lelaki kurus sedang mendecak marah. "Aaadoooh, Bang! Galak bener! Adoooh! Patah tulangku ooi!"
10272.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai ludah pocong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status