Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Sekarang, dia menggunakan sebuah senjata ilahi berbentuk cambuk. Senjata itu ditempa dari ratusan kristal jiwa makhluk roh, dipadukan dengan "batu api bumi" yang dimurnikan dari lava sedalam sepuluh ribu meter, serta berbagai material langka lainnya. Setiap serangan dari Cambuk Jiwa ini mampu membakar jiwa dan benar-benar sulit diantisipasi. Whoosh! Cambuk itu berubah menjadi ekor burung foniks api dan menghantam keras ke arah Belawan. Kekuatan serangan itu bahkan membuat Belawan, yang juga merupakan seorang ahli puncak, merasa ngeri.
9.51.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.8K kali sebagai luka cambuk
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Nor Berta
aku sebenarnya suka banget baca2 begini tapi kadang kalau nama asli harus diindonesiakan itu rasanya kurang pas.. bisa nggak ya nama karakternya tetap seperti biasa. atau tempatnya juga seperti biasa. itu juga memperkaya bahasa kita. jadi suka gemes. karna ndak suka sama nama kharakternya
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Baca Semua Ulasan
Luka Perselingkuhan

Luka Perselingkuhan

* Catki Batu lado -> cobek Cemeeh -> hinaan
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai luka cambuk
Baca
+Pustaka
Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

tanyaku tertahan tepat saat berdiri di hadapannya. "Saya Surti, Pak. Pembantu baru di rumah ini." Tepat seperti yang kuduga, walaupun kurang yakin saat melihat aslinya karena dilihat dari penampilannya, dia sangat tak pantas jadi asisten rumah tangga di rumah ini. Dia terlalu cantik dan aku baru tahu. Saat di video, dia malah terlihat biasa saja. Ini kebalik. "Saya Akbar. Semoga betah kerja di rumah ini dan–"
1070.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai luka cambuk
Baca
+Pustaka
Jessica, Luka yang Terpendam

Jessica, Luka yang Terpendam

Sambil membungkuk, disentuhnya punggung laki-laki itu dan dibalikkan menghadapnya. Laki-laki itu tidur. Tubuhnya bau bir. Mukanya awut-awutan. Suram, berminyak, dan belum bercukur. Dimana Moses yang selalu peduli penampilan supaya bisa menarik hati para wanita? Yang tampak di depannya saat ini adalah pria pemabuk putus asa yang dekil dan bau.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai luka cambuk
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Segera tangannya meraba seluruh saku pakaian dan celana. “Enggak ada? Di mana kuku itu?” Dari jarak beberapa langkah. Lelaki tampan itu hanya memperhatikan Raisa yang kebingungan. “Kamu ini bingung sepeda atau yang lain?” tanya lelaki itu heran. Dia melihat luka di bagian lutut dan lengan Raisa mulia berdarah. “Tangan sama kaki kamu berdarah. Coba lihat!”
1078.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai luka cambuk
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
The Unholy Claim

The Unholy Claim

Ibu Luke memukul pelan lengan anaknya, kemudian ikut tertawa mendengar jawaban itu. “Betul, sangat membosankan hingga kau tidak mengabari ibumu selama 10 TAHUN,” ujar sang ibu kembali menggoda Luke. Luke adalah salah seorang bangsa Eternian yang sedang mengisi kekosongan waktunya dengan berkelana. Ia sudah berjalan selama 10 tahun, mengelilingi berbagai gunung hingga padang pasir obsidian.
617 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai luka cambuk
Baca
+Pustaka
Elena: Luka Terindah

Elena: Luka Terindah

“Saya hanya menikmati musik. Saya tidak tahu pemain pianonya ternyata seorang penguntit.” Elena mengangkat alis. “Lucu. Tapi sepertinya kau yang terus mengikuti. Jadi siapa yang sebenarnya penguntit?” Rafael memutar rokok di jarinya, lalu memadamkannya di asbak. “Saya hanya kebetulan lewat.” “Kebetulan?” Elena terkekeh pelan, suaranya serak. “Rafael De Luca tidak pernah melakukan sesuatu ‘kebetulan’. Semua langkahmu sudah diperhitungkan, bahkan napasmu.”
706 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai luka cambuk
Baca
+Pustaka
Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Bisik-bisik orang sekitar masuk ke telinga Luna. Langkah Luna pun terhenti. Di hadapannya, lengan pria itu berbalut perban, lukanya masih meneteskan darah. Luna ingat jelas, Rocky itu seorang atheis. Dia tidak pernah masuk kuil, apalagi memuja dewa. Pernah saat acara tahunan perusahaan, dia mendapat jimat dari kuil terkenal di Kota Valey, tapi langsung dilemparkan ke asistennya.
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai luka cambuk
Baca
+Pustaka
Kenikmatan dalam Luka

Kenikmatan dalam Luka

"Kau tahu kan kalau aku ini bisa karate." "Sabuk oranye." Bastian tentu akan mengangguk. "Itu tidak berarti kau jago." "Kau benar-benar mau kupukul rupanya." Ariana bangkit dari posisi tidurnya. "Kemari," lanjutnya sambil melambaikan tangan.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai luka cambuk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status