Kontrak Cinta, Luka Nyata
Tatapannya tajam, tapi ada lelah yang dalam di sana.
“Alya, aku udah lama nyimpan perasaan ini. Dari kita sekolah dulu, sampai sekarang. Aku pikir aku bisa tahan. Aku pikir, selama aku ada di dekat kamu, itu sudah cukup. Tapi, ternyata, aku cuma nyiksa diri sendiri.”
Alya mengerutkan kening. “Raga ....”
“Aku cinta kamu,” potong Raga, suaranya tegas tapi gemetar. “Tapi, cinta yang aku punya ... nggak ada gunanya kalau kamu udah milik orang lain. Apalagi orang itu Tama.”
Bab Populer