Cinta di Kursi Roda
“Tapi aku tetap melukaimu, Laila. Aku telah membuatmu merasa tidak dicintai, padahal… padahal aku mencintaimu lebih dari yang bisa aku ungkapkan. Ketakutanku selama ini bukan karena aku tidak ingin bersama, tapi karena aku tidak tahu bagaimana cara mencintaimu tanpa membawa luka-luka lamaku.”
Laila tersenyum tipis, dengan air mata yang akhirnya menetes di pipinya. Ia meletakkan tangannya di atas tangan Raka, merasakan getaran lembut yang mengalir di antara mereka. “Cinta bukanlah tentang tidak memiliki luka, Raka. Cinta adalah tentang menyembuhkan luka bersama. Aku di sini bukan untuk menuntutmu sempurna. Aku di sini karena aku melihat dirimu, melihat seluruh dirimu yang penuh perjuangan dan
Hot Chapters