Terjerat Takdir Tuan Saka
Arum melepaskan tangan Saka yang sedari tadi memegang tangannya, lalu berjalan cepat keluar dari kamar.
Sekitar 45 menit setelahnya, Arum kembali ke kamar Saka membawa nampan kayu kecil. Di atasnya, semangkuk bubur hangat mengepul tipis. Isinya sederhana namun mengundang selera, bubur lembut berwarna putih kekuningan dari kaldu ayam, dihiasi suwiran ayam rebus, potongan telur rebus, seledri cincang, dan bawang goreng yang harum. Selain air putih, di samping mangkuk tersedia segelas jahe hangat.
“Maaf lama, tuan. Ini saya buatin jahe hangat juga,” ucap Arum pelan seraya duduk di sisi kasur.