Di Balik Tirai
Tangannya bergerak untuk menyentuh touchpad, tetapi sebelum ia bisa melakukan apa pun, layar itu berubah, menampilkan sebuah video.
Video itu adalah rekaman Rizal, duduk di sebuah ruangan gelap dengan senyuman dingin di wajahnya. “Maria,” katanya, suaranya menggema dari speaker laptop. “Kau akhirnya sampai di sini. Aku tahu kau tidak bisa menolak petunjuk kami. Kau selalu terlalu penasaran untuk kebaikanmu sendiri.”
Maria mengepalkan tangannya, tubuhnya gemetar dengan amarah. “Apa yang kau inginkan, Rizal?” katanya dengan suara keras, meskipun ia tahu tidak ada yang bisa mendengarnya.