Disangka miskin di perantauan
balasku, karena untuk sekarang-sekarang aku tidak bisa kembali dulu ke Jakarta.
Alhamdulillah reseller ku terus bertambah, semakin hari penjualan pun semakin meningkat, yang jelas pundi-pundi uang pun semakin banyak.
"Pakeeeet!"
"Paket!"
Suara kurir paket terdengar nyaring dari luar, akupun langsung menghampiri nya.
"Iya kang, atas nama siapa?" tanyaku.
"Teh maaf, ini ada paket untuk Septian Maulana, katanya dititipkan di teteh dulu saja," datang seorang kurir ke rumahku, rumah Septian, Mirna dan aku hanya terhalang beberapa rumah saja.
Hot Chapters