Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NEWBORN

NEWBORN

“Tapi, kau baik-baik saja dengan hidup seperti itu?” Annabeth mengangguk. “Aku hanya perlu membiasakan diriku dengan matahari. Dengan begitu, kurasa kita bisa membaur dengan manusia. Kita bisa bergerak entah itu pagi, siang, atau malam. Di mana pun, kapan pun, selama ada kau bersamaku, tidak masalah.”
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 941 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

Kata Ella Senja tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia mencoba berpikir apa yang biasanya ditakuti oleh serangga peloncat seperti Monster Saltic. "Apa kelemahannya?" Tanya Senja "Sinar UV dari matahari, matanya akan terasa sakit saat cahaya itu mengenai matanya. Penglihatan Monster Saltic akan kacau karenanya," Kata Ella "Itu artinya satu satunya cara adalah kita bergerak cepat saat matahari bersinar sangat terik,"
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

“Ayeuna urang bisa nembongan maneh sanajan panonpoe geus bijil. (Sekarang aku bisa menampakan diri kepadamu meskipun matahari sudah muncul.)” “Soalna halimun ieu nutupan panonpoe jadi urang moal ngaleungit nepi ka kabeh maraneh paeh di dahar ku bangsa urang. (Soalnya kabut ini menutupi matahari, jadi aku tidak akan menghilang sampai kalian semua mati dimakan oleh bangsaku.)”
9.631.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai menggapai matahari
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
JEBAKAN CINTA CEO PLAYBOY

JEBAKAN CINTA CEO PLAYBOY

Zaf memandangi punggung Shine dengan binar kagum, matahari yang bergerak naik membuat siluetnya nampak semakin indah. "Matahari terbit berarti harapan," ucap Zaf, memandangi wanitanya yang mengangkat kepalanya ke atas, melebarkan kedua tangannya, seakan ingin menyerap kehangatan yang datang. Mereka dalam posisi seperti itu untuk beberapa saat. Gemerlap lampu kota meredup perlahan seiring dengan cahaya matahari yang semakin bersinar terang. Sama seperti arti Shine bagi Zaf. Harapan, kalau hidupnya yang dulu gelap bisa menjadi terang. Apalagi kalau dia bisa melihat Sunrise setiap hari di mata hitam Shine Aurora.
1054.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Matanya ia edarkan, menatap sekeliling dimana disana banyak sekali anak-anak sedang bermain menanti datangnya senja, ah lebih tepatnya menikmati senja bersama kedua orang tua atau entah siapa. Kalau aku boleh memilih, aku ingin tetap menjadi seperti mereka, Tuhan. Bermain tanpa memikirkan beban hidup yang berat. Bisa tertawa lepas berlari dan berkejaran seperti itu, rasanya aku iri pada kalian.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
Despicable Boy

Despicable Boy

Dia hanya ingin mereguk kesegaran dari telaga di matanya. Tak ada angin berembus di antara mereka. Hanya cahaya matahari menghangatkan lintasan lari. Namun, yang sampai ke tangan Hardy adalah rasa panas. “Kalo gitu, kita saingan,” balasnya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

dan "tidak penting" "Mengapa harus peduli?" suara matahari hitam itu membakar atmosfer. "Semua cerita akan berakhir sama. Semua air akan kering. Berhentilah berusaha." Nari melangkah maju. Ia melepaskan kecapinya dan membiarkannya melayang di air. "Jika matahari ingin membakar, maka kita butuh hujan yang tidak akan pernah berhenti."
980 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

*** Andrea mendongak ke atas jendelanya. Ia melihat bulan tepat berada di atas kepalanya. "Aku bosan melihat bulan, kapan aku bisa menatap matahari yang bersinar di kepalaku? pasti sangat silau dan panas sekali."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
Perempuan Pilihan Istriku

Perempuan Pilihan Istriku

***Rr*** Sore itu, Rani ingin menikmati waktunya dengan bersantai di balkon kamar Anida sambil melihat matahari tenggelam. Sudah lama ia tidak menikmati itu. Kesibukannya yang membuatnya jarang menikmati senja dan fajar pagi. Matahari bulat sempurna berwarna jingga tersapu awan tipis di ufuk barat. Hampir saja tenggelam di bukit yang terlihat jauh di sana.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

“Ya ... ya ... Regal Mio cafe. Aku tahu. Aku memang buta arah, tapi aku sudah tinggal di Jogja seumur hidupku. Mencarinya tidak sesulit itu. Ya ... jam satu siang.” Lian kini sedang bicara di telepon sambil memijat-mijat dahinya. Wanita itu berhenti sejenak di bawah pohon yang ada di pinggir trotoar sambil tetap menempelkan ponselnya di telinga. Ia mengernyitkan mata saat melihat ke langit lalu langsung menurunkan pandangannya setelah tahu matahari kini tepat berada di atas kepalanya. Penglihatannya sedikit kabur hingga sel darah putih membayang dengan jelas di mata wanita itu saking silaunya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai menggapai matahari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status