SANG MENANTU TERBUANG
“Ah, si pecundang itu. Ya, aku pernah dengar. Kabar burung mengatakan dia hanyalah sepotong sampah yang tidak berharga yang akhirnya dibuang oleh keluarganya. Kenapa aku harus repot-repot mengenalnya?”
Kinanti merasakan darahnya mendidih karena hinaan itu, tetapi pada saat yang sama, jiwanya meratap karena fakta bahwa Arya sendiri yang menghinanya. Ia telah menjadi pria yang benar benar asing, tidak lagi menyimpan kehangatan dari masa lalu.
“Saya mengerti,” bisik Kinanti, kalah telak. Ia membungkuk sedikit. “Kalau begitu, maaf telah mengganggu, Tuan R.”
Hot Chapters