Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Ki Nawasena pun mengangguk, “Benar, swargaloka. Itulah tempat kembali yang harus kita tuju. Swarga berarti cahaya, dan loka berarti tempat. Swargaloka adalah tempat yang penuh dengan cahaya. Tetapi sebenarnya ada tempat yang lebih tinggi dari swargaloka, yaitu melebur ke sisi Tuhan, itulah yang harus kita dambakan.” “Terimakasih banyak atas pengetahuan agung ini yang telah Guru berikan.” Jaka purnama menangkupkan kedua tangannya. Ki Nawasena lalu menunjuk pada barisan bukit-bukit kecil yang puncaknya hampir di telan kegelapan senja. “Perhatikanlah pada barisan bukit itu, Jaka. Akan kuperlihatkan padamu bagaimana kedahsyatan dari Tenaga Dalam Inti Indurashmi yang belum pernah kau lihat.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

“Tidak ada jaminan berhasil. Tetapi kau dapat berusaha mendapatkan nasib baik dengan cara terus berlatih, dan terus berbuat baik. Karena karma yang baik, hanya datang ke pada orang yang baik. Berilmu dan berakhlak. Itulah cara mendapatkan nasib yang baik.” “Ananda murid mengerti, guru.” Sepanjang malam sampai siang, sampai malam lagi, gurunya terus memberi pengajaran dan pemahaman kepada Sukma Harum sampai ia benar-benar hafal dan ingat semua tingkatan ilmu Wihaya Wakshuda.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Joni menjawabnya filosofis. “Ilmu bisa didapatkan dari mana saja. Semesta ini adalah hikmah yang bertutur. Penuturannya bisa kita dengarkan dari guru-guru sambil lalu. Dan bisa jadi, guru sambil lalu itu adalah buntalan koran bekas pembungkus gorengan yang tadi kau lemparkan ke tong sampah.” “Dan kenapa kalian begitu peduli denganku? Termasuk ke dalam hal-hal agama.”
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Jawabannya adalah surga. Surga menjadi puncak dari segala perilaku dan segala hal-hal yang telah diperbuat apapun entah itu pernah berbuat baik maupun buruk tatkala telah berada di surga berarti di situlah letak kemakmuran yang sesungguhnya. Simple bukan sebenarnya kalau mengingat surga otomatis yang dilakukan untuk menuju surga, jalan menuju surga itu adalah kebaikan. Tidak ada gunanya dan itu membawa keburukan menjerumuskan jikalau manusia melanggar aturan-aturan sang Maha Pencipta.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
Gus Mantan

Gus Mantan

Nabhan tetap kukuh. "Oh, Papah tahu. Guse habis baca Kitab Ta'limul Muta'allim karya Imam Az Zarnujy, yang mana disebutkan bahwa diantara pantangan penuntut ilmu adalah sembarangan makan dan mengudap dipinggir jalan. Hal itu dilakukan demi menjaga kehormatan diri demi keberkahan ilmunya." "Bener begitu?" tanyaku. Nabhan mengangguk mengiyakan.
1043.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Tak sadar aku meneteskan air mata, suatu air mata kebahagiaan karena bisa bertemu dengan Bapak, meskipun mungkin aku hanya bertemu dengan sebagian memori yang dia susun sedemikian rupa dan terbuka secara otomatis ketika aku membutuhkannya pada saat-saat seperti ini. “Aku tidak akan mengajarkan ilmu apapun Jang, carilah ilmu-ilmu tersebut seiring berjalannya waktu. Biarkan keilmuan itu akan datang sendiri kepadamu pada saat yang tepat, meskipun itu butuh waktu yang tidak sedikit. Namun itu akan menjadi bekal untuk merubah sesuatu yang berhubungan dengan para makhluk di Gunung Sepuh dengan segala tipu muslihatnya. ”
9.8683.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.1K kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Morning Star : Perjalanan untuk Tumbuh dan Bersinar

Morning Star : Perjalanan untuk Tumbuh dan Bersinar

Ira melaju menggilas genangan disepanjang jalan, tak perduli airnya akan menyiprat orang-orang disekitarnya. Walaupun jarak pandang yang kurang baik, ia bisa melihat beberapa temannya tengah mengendarai motor dengan tujuan yang sama dengan ira. Sore itu ia tidak melihat pemandangan langka, biasanya anak-anak nakal yang suka membantah perintah guru, tidak berlaku saat itu, semuanya excited, karena ini menyangkut masa depan mereka kelak. Kini giliran ira memasuki lab komputer. Petugas memberi arahan juga secarik kertas kecil yang berisi username dan password, setelah diberi perintah mereka membuka laman SNMPTN kemudian menginput data nilai, prestasi akademik, pilihan program studi, univesitas,
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Tanpa pamrih apapun. Membimbing seseorang ke jalan-Nya adalah hal mulia yang yang ganjarannya adalah surga. Lalu, layakkah ia menukarnya dengan sejumput materi yang tak layak dan tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kenikmatan surga Firdaus-Nya? Peperangan di hatinya masih terus saja berlangsung. Sementara Al menantinya dengan resah.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Shalat tahajud, juga istikharah agar Allah memberi jalan yang terbaik dan tak salah langkah atas apa yang aku putuskan nantinya. [Selamat beristirahat Karin. Kamu memang sedang butuh rileks. Kamu penat. Setelah kemarin-kemarin mengurus Hangga. Semoga setelah kamu beristirahat, semuanya akan menjadi baik. Sebentar lagi kamu akan menemukan kebahagiaan. Ada hal mengejutkan dari Saga yang mungkin itu bisa jadi kabar gembira untukmu.]
9.379.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

TERNYATA SUAMIKU PETANI KAYA RAYA

Bukan tanpa rasa malu pria paruh baya itu datang ke rumah Haikal, namun rasa sayangnya pada Ranti membuat Ustad kondang di Kampung itu mengenyahkan rasa bersalah yang sejak semalam bersarang di hatinya. "Mematuhi perintah guru bisa menjadi jalan menuju surga, Nduk ...." "Apa Ustad yang menentukan surga dan neraka bagi kami? Kita bahkan sesama manusia, Ustad. Entah saya ... atau Ustad yang justru menempati neraka Tuhan nanti." "Delia, jaga mulutmu!" bentak Ranti.
9.7399.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.0K kali sebagai menuntut ilmu jalan menuju surga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status