Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Berebut Pantas

Berebut Pantas

Biasanya di jam segini dia akan berada di dalam kamar, mengerjakan tugas kuliah ataupun mencari informasi terkini yang berhubungan dengan fotografi. Kali ini berbeda. Dio gerah, tapi bukan dalam artian yang sebenarnya. Lelaki yang dikenal humoris oleh teman-temannya itu, nyatanya tidak baik-baik saja. Semua gara-gara sang mama yang terus berdebat dengan Ayah Zen perihal kebangkrutan. “Harga beras dan minyak sudah naik, tuh! Dengerin, tuh, beritanya! Lalu, bagaimana nasib kita ke depannya?”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as monyet berdasi
Read
+Library
Ada Berondong Tua

Ada Berondong Tua

Dekapan Aksa semakin erat sehingga napasnya terasa sedikit sesak. "Tapi, ini dulu. Baru aku mau buka mata." Lelaki itu menunjuk bibirnya. Aksa memang manja dan suka iseng. Jadi, kali Hayu ingin membalas. Diambilnya sebuah boneka monyet dan disentuhkannya ke bibir sang suami. Aksa yang menyadari itu langsung membuaka mata dan merubah posisi sehingga istrinya kini berada di bawah.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as monyet berdasi
Read
+Library
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

Naura menarik tangan Keylan dan membawanya mendekat ke Malika yang menonton petugas kebun binatang mengendong bayi monyet dalam dekapannya. "Ih bayi monyetnya lucu bu gulu," ujar Keylan yang terlihat antusias, tidak nampak takut sama sekali. "Digendong sepelti anak bayi aja." "Itu namanya bayi monyet." "Mamanya mana bu guru?" Malika ikut bertanya. "Ya mana ibu tahu Mamanya dimana!!" Decak Naura, melipat lengannya di dada dan ikut menonton.
104.4K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as monyet berdasi
Read
+Library
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Wajah Aira sedikit merah karena tadi berlarian, dan tangannya memegang kantong besar berisi biji kuaci. "Yang ini untuk kamu." Aira mengulurkan segenggam ke monyet paling depan, seekor jantan berukuran sedang yang langsung menerimanya dengan dua tangan. Monyet itu membungkuk. Aira memandanginya serius selama dua detik, lalu mengangguk dengan ekspresi puas. "Namamu Nomor Tiga." Di atas bebatuan di sisi sebelah, Suri melingkar dalam spiral yang rapi.
1069.0K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as monyet berdasi
Show Reviews (16)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nickie
izin promosi bisa dibaca novel baru judulnya kesempatan kedua pangeran oleh penulis nickie...yang suka membalikkan keadaan, balas dendam, penyelamatan keluarga dan cinta, pewaris kaya, dan misteri ada romance bisa dicoba baca buku ini.... bisa kasih saran untuk perbaikan ke depannya..terima kasih
Read All Reviews
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

Mata Raniya terbelalak lebar, pria itu, si om-om buaya mesum itu memang tidak bisa diberi umpan secuil saja. “Nggak ada ya, udah tidur aja di bawah situ!” balas Raniya ketus sambil berjalan sedikit mengangkang pindah ke kasurnya, tampak lucu di mata Abimana. “Apa liat-liat, hah?” “Kebas banget ya? Butuh salep nggak?” “Diem!” Raniya melotot kemudian meloncat ke ranjang, tidak mau mengingat benda panjang berurat itu.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as monyet berdasi
Read
+Library
Goyangan Pohon Beringin

Goyangan Pohon Beringin

ucap Wandi tanpa memerdulikan ke tiga temannya yang sudah muak melihat dua sejoli yang dimabuk cinta. "Cinta monyet itu ibarat paket internet. Ngakunya unlimited, baru jalan bentar udah putus," ucap Adrian mengusik ketenangan keduanya. “Lo jangan bikin kompor! Siap meledak, Nih! Bilang aja Lo iri ama kita. Makanya jangan kelamaan jomblo, noh banyak gadis di sono! Kalian samperin,” ucap Wandi menarik tangan Tina menjauh dari ketiga temannya menuju ke arena kuda yang ada di tengah alun-alun.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as monyet berdasi
Read
+Library
PESUGIHAN LEMBAH MONYET

PESUGIHAN LEMBAH MONYET

Terlihat di tengah dipan bambu itu seekor kera kecil yang tengah melompat-lompat dengan lincah sambil memainkan tumpukan uang kertas dan butiran perhiasan kalung, gelang dan cincin yang semuanya tampak berkilau. "Itu ... itu monyet siapa, Mas? Dan apa itu yang dia mainkan?" Dengan tergagap, Indah menggumam tak jelas. Telunjuk kanannya masih menunjuk ke arah kera yang kini sedang menatapnya dengan tajam. Mario langsung melompat melihat begitu banyak uang yang ada di atas dipan. Matanya membelalak lebar sementara di bibirnya tersungging senyum puas.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as monyet berdasi
Read
+Library
Love in The Game (INDONESIA)

Love in The Game (INDONESIA)

Makhluk itu berbentuk seperti monyet, tapi memiliki cakar dengan kuku-kuku yang sangat panjang. “Untuk apa kamu di sini?” tanyanya. Monyet itu bisa bicara, tentu saja. Leon ingat ia menciptakan karakter yang terinspirasi dari mitologi di Asia. Sesosok dewa berbentuk monyet. Tentu saja, Leon tidak menciptakannya sama persis. Leon beringsut menjauh lalu berdiri. “Aku hanya mencari seseorang,” jawab Leon.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as monyet berdasi
Read
+Library
MADU HITAM

MADU HITAM

Justin mengepalkan kedua tanganya dan menatap lurus, dengan deru napas kasar. Pembawa acara, mengambil mikrofone dan berkata "Barang lelang kali ini Ada kalung liontin permata biru, yang terbuat dari giok dan berilan." Sebuah kain penutup di buka. Kilauannya memantulkan cahaya. “Harga dimulai dari tiga miliar.” Justin terpaku sesaat. “Tiga dua.” jackob berkata sambil mengangkat papan nomor. “Tiga emat.” sambung yang lain.“Tiga tujuh.”kata pria berkaca mata. Justin masih terdiam mengamati, Jackob terkekeh, lalu kembali mengacungkan papan nomornya. “Lima miliar.” sambung Jackob, lalu menyunggingkan seulas senyum.“Apakah ada yang lebih tinggi, dari nomor dua?” dengan percaya dirinya Justin berk
929 viewsOngoingAdded to Library 37 Times as monyet berdasi
Read
+Library
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2

Malah mereka semakin waspada karena perjalanan tersebut terlalu mulus sampai mereka merasa akan ada badai yang tidak bisa mereka tahan mungkin saja muncul. “Hihihi, disinikah? Disini? Ayo, aku akan buat kalian semua menjadi budak caturku!” Di dalam sebuah rawa-rawa, peri berwarna hijau tampak menatap ke arah banyak monster rawa yang sedang tidur. Semua monster itu ada di level kaisar dan mereka adalah spesies buaya bergaris keturunan setengah naga air. Karena itulah bentuk mereka memiliki sedikit corak biru dan juga, memiliki satu tanduk di kepala mereka.
1042.3K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as monyet berdasi
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status