Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kau Pilih Dia, Aku Ambil Segalanya

Kau Pilih Dia, Aku Ambil Segalanya

Ia meniup sedikit, lalu menyendok perlahan. Suapan pertama terasa ringan di lidahnya. Hangat, lembut, dan entah kenapa ... rasanya menenangkan. Ia makan perlahan. Tidak terburu-buru. Setiap suapan seperti memberi jeda bagi tubuhnya untuk kembali pulih. Sesekali pelayan itu memperhatikan, memastikan Tara benar-benar menghabiskannya. “Ini enak sekali,” puji Tara.
1010.2K viewsOngoingAdded to Library 284 Times as mundur perlahan
Read
+Library
Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal

Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal

“Masukin… pelan ya, Bang…” Radin menekan perlahan. Kepala jamurnya masuk dengan mudah karena sudah sangat licin, lalu dia mendorong lebih dalam sedikit demi sedikit. Anget dan sesaknya lubang Mba Iis membuatnya mengerang. “Ahhhh… penuh…” desah Mba Iis, matanya terpejam, alisnya berkerut nikmat. “Pelan… ahh… dalam banget…”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as mundur perlahan
Read
+Library
Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

Dihina Suami dan Mertua, Didekap Adik Ipar

Suaranya rendah, mengalir tenang bersama deru ombak. ​Shaluna menyesap cangkirnya sendiri, merasakan sensasi hangat yang merambat turun ke tenggorokannya. "Enggak. Pas kok." ​Keiran menyunggingkan senyum tipis. Ia mengulurkan tangannya ke belakang tanpa memutar badan, secara presisi mendaratkan telapak tangannya di pinggir ayunan, menyanggah pergerakan kayu itu agar berayun lebih pelan dan teratur.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as mundur perlahan
Read
+Library
Terjebak dalam Dunia Bellucci

Terjebak dalam Dunia Bellucci

Apa mansion ini disusupi? Aku perlahan menurunkan kedua kakiku ke lantai. Dingin marmer langsung merambat ke telapak kakiku. Aku melangkah setapak demi setapak menuju pintu. Setiap langkah terasa begitu berat. Semakin dekat ke pintu... Suara mereka semakin jelas. Ada bisikan. Terlalu pelan untuk dipahami. Lalu suara langkah.
587 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as mundur perlahan
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Janji yang Tidak Terburu Di ujung pagi, matahari kecil perlahan bergerak. Tidak cepat. Tidak lambat. Namun… cukup. Cahaya menyentuh gazebo. Menyentuh meja. Menyentuh halaman. Kursor berkedip. Sekali. Tenang. Seperti mengatakan: tidak perlu terburu. Dan Anda Di depan meja itu, halaman masih terbuka. Namun kini, ia tidak lagi terasa seperti awal, atau perjalanan,
910 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as mundur perlahan
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

TAP, TAP, TAP, Sebuah suara dengan langkah kaki yang berjalan secara perlahan ke arahnya. “GEUNINGAN MASIH AYA JELEMA KENEH ANU NYUMPUT DIDIEU! (TERNYATA MASIH ADA MANUSIA YANG BERSEMBUNYI DISINI!)” HAHAHAHA HAHAHAHA
9.631.2K viewsCompletedAdded to Library 685 Times as mundur perlahan
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
Pelan-Pelan, Pak Dosen!

Pelan-Pelan, Pak Dosen!

Tanpa kata, pria itu berdiri dari duduknya berjalan menuju kamarnya. Namun, di ujung pintu langkah kaki Xavier berhenti. Tatapannya lurus menatap Zoe yang terlihat lahap menikmati sarapannya. “Makanlah dengan pelan. Tidak akan ada yang merebut semua itu darimu,” ujar Xavier dengan senyum tipis di bibirnya. Zoe mengusap sudut bibirnya. Ucapan Xavier, membuat ia melahap makanan lebih pelan dari sebelumnya.
1046.6K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as mundur perlahan
Read
+Library
Diselingkuhi Tunangan Dinikahi Paman CEO

Diselingkuhi Tunangan Dinikahi Paman CEO

gumannya, suaranya serak, seperti pasir yang bergesekan. Dia memasuki Adellia sekali lagi, perlahan, sangat perlahan—seolah dunia berputar lebih lambat hanya untuk mereka. Setiap sentimeter yang ia masuki diukur dengan ketat, matanya tak lepas dari ekspresi Adellia, mencari tanda ketidaknyamanan. Adellia menghela, jari-jarinya mencengkeram erat bahu Keenan. "Lebih... tapi pelan..."
101.9K viewsOn holdAdded to Library 38 Times as mundur perlahan
Read
+Library
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

Murni terdiam, matanya membesar saat pocong itu semakin mendekat, hingga jaraknya hanya beberapa langkah darinya. Pocong itu membuka mulutnya, perlahan, seolah hendak mengucapkan sesuatu. Bibirnya kaku, namun dari celah mulutnya, terdengar sebuah suara serak yang nyaris tak terdengar. "To... long..." katanya perlahan, suara yang terputus-putus, seperti berasal dari dunia yang berbeda.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as mundur perlahan
Show Reviews (52)
Read
+Library
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Read All Reviews
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status