Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

Tak disangka, Anita tetap mengetahuinya. Anita memelototi Adeline dan menjawab, "Masih berani tanya? Sudah terjadi sesuatu yang begitu serius, tapi kamu bahkan nggak beri tahu aku. Apa kamu masih anggap aku nenekmu?" Adeline merasa sedikit bersalah karena ditatap lekat-lekat oleh Anita. Dia buru-buru menyahut, "Aku nggak mau Nenek khawatir. Lagian, aku baik-baik saja. Makanya, aku baru nggak rencana kasih tahu Nenek. Tapi, kok Nenek tahu aku dirawat di rumah sakit ini?"
9.8259.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Menggoda Tunangan Saudara Tiriku

Menggoda Tunangan Saudara Tiriku

“Kaiser, Nenek jatuh di kamar mandi dan saat ini dirawat di rumah sakit. Segera ke sini.” “Baik, Bu.” Kaiser meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke rumah sakit. Kaiser sampai ke rumah sakit dalam waktu sepuluh menit. Ia segera pergi ke ruangan rawat neneknya. Saat ini neneknya terbaring di ranjang rumah sakit dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya. “Kaiser, apa yang terjadi pada keningmu?” Ibu Kaiser melihat ke perban yang melekat di kening putranya.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
CUCU YANG DIBEDAKAN

CUCU YANG DIBEDAKAN

Jadi aku memilih diam dengan tetap memberi kehangatan, hanya agar ia tahu bahwa aku sama sekali tak membencinya saat ini. “Nek, kita ke rumah sakit ya.” Setelah tangis kami reda, aku kembali menawarkan untuk memeriksa ke rumah sakit. Sejak aku pulang kemarin, entah sudah berapa kali nenek kuajak ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan khusus. “Aku yang akan jaga, Nek. Sekar janji akan tetap tinggal di rumah sakit.” Aku meyakinkan.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 759 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Terjerat Hati Teman Kecil

Terjerat Hati Teman Kecil

Wanita itu memegang dadanya. "Astaghfirullahaladziim, celaka kalian!" ujar Adjeng tak kuat menopang tubuhnya. Bruk Adjeng jatuh tersungkur, sedang dua insan yang sedang bergumul terpaksa menyudahi aktivitas mereka. "Bagaimana ini Mas?" "Kita bawa ke rumah sakit cepat!" * Kaki Bastian seakan terasa ringan untuk melangkah. Ia mendapat kabar sang nenek masuk rumah sakit. Matanya menangkap beberapa orang di depan ruang tunggu ICU.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Disia-siakan Suami, Diratukan CEO Tampan

Disia-siakan Suami, Diratukan CEO Tampan

jawab Nenek tanpa mengalihkan pandangannya kepada cucu kesayangannya. "Alhamdulillah kamu udah sadar Neng." Bibir Nenek tertarik keatas melihat sang cucu membuka matanya. "Aku dimana Nek?" tanya Aisyah lemah. "Kamu lagi di rumah sakit, tadi kamu pingsan untung aja Alex segera membawa kamu ke rumah sakit."
9.95.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir

Aku Yang Dikhianati Mendadak Nikah Dengan Presdir

"Iya, Nek. Saya dan Edgar khawatir dengan kesehatan nenek yang tiba-tiba drop. Jadi, kami menyusul kemari." "Mana Edgar?" tanyanya tidak melihat Edgar bersama Andien. Andien turut mengedarkan pandangan mencari Edgar. "Mungkin dia diluar, Nek. Sebentar saya panggil," katanya gegas keluar mencari Edgar. Edgar duduk di salah satu kursi di koridor rumah sakit. Ia bisa melihat kesedihan di wajah Edgar. Andien mendekatinya. "Edgar, nenek mencarimu," katanya dengan hati-hati.
10920 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Bukan Jodoh Idaman

Bukan Jodoh Idaman

Terlihat jelas kalau wanita itu sedang memperlihatkan kalau dirinya baik-baik saja. "Duduk-duduk saja. Ada apa kamu kemari? Adara mana?" "Aku sendiri, Nek." Ansel mendekati Dianti. "Kita ke rumah sakit ya, Nek? Kata mbak tadi nenek kesakitan. Aku nggak bisa membiarkan nenek pura-pura baik-baik saja. Kalau Adara tahu, dia pasti kecewa." Dianti buru-buru menggeleng, "Jangan bicara pada Dara, Sel. Dia pasti panik berlebihan."
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Tuan Elvan

Istri Kedua Tuan Elvan

"Ney, ada apa sebenarnya? Siapa yang ada di rumah sakit?" "Tolong anter aja ke rumah sakit! Aku belum bisa jelasin semua. Pikiran aku lagi kacau banget," ulang Neya lagi dengan tatapan datar yang sulit diartikan. Dewa pun akhirnya tak lagi mendesak penjelasan dari wanita itu, meskipun sebenarnya dia masih terlihat bingung.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Cinta Ugal-ugalan Bos Tampan

Cinta Ugal-ugalan Bos Tampan

“Sudah, Fika. Tenangkan dirimu, jangan berdebat di depan nenekmu. Sekarang lebih baik kamu segera membawanya ke rumah sakit agar nenekmu mendapatkan perawatan khusus.” Fika memegang tangan neneknya. Tangan itu sudah dingin, tak ada lagi gerakan napas yang samar di dadanya. Fika mengguncang-guncangkan tubuh neneknya. “Nenek? Nenek bangun, Nek!”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Biar Kutanggung Dosa Malam Itu

Biar Kutanggung Dosa Malam Itu

‘’Ya Allah, kok bisa?’’ ‘’Ceritanya panjang, nanti akan kuceritakan. Sekarang jemput aku ya.’’ ‘’Aku akan jemput, tapi ini aku masih di rumah sakit menemani Nenek. Beliau dirawat.’’ ‘’Ya Allah, Nenek masuk rumah sakit? Kok kamu nggak cerita, Yu.’’ ‘’Iya, Monik. Gimana aku mau cerita, karena beliau baru saja masuk rumah sakit. Dan juga aku nggak mau menambah beban pikiran kamu.’’
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai nenek di rumah sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status