Di Antara Dua Dunia
Tapi kini, ia telah berubah menjadi sesuatu yang jauh dari manusia—makhluk yang memadukan teknologi, keserakahan, dan mimpi megalomania akan dunia sempurna tanpa batas.
“Dia tak hanya datang untuk menaklukkan,” lanjut Haneul. “Dia datang untuk membentuk dunia baru… atas namanya sendiri.”
Langit tiba-tiba terbelah. Kilat ungu menyambar, membuka celah di angkasa. Dari balik cahaya itu, arsitektur melayang bermunculan—menara logam tanpa dasar, platform kaca bercahaya biru, dan pilar-pilar energi yang melayang bebas seperti akar tak bertanah. Dan dari tengah-tengahnya, sebuah gerbang berkilau muncul, berbentuk oval dengan corak matematika bercampur simbol kuno Arangyeon.
Hot Chapters