Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

Di luar sana hujan turun semakin deras disertai sambaran petir membuat dirinya yang menikmati kesenangan tersebut semakin menggila. “Ah, menjijikan sekali! Seharusnya kalian berdua tidak membangunkan diriku. Merepotkan saja. Wah, ini sungguh menyenangkan.”
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
MR. D

MR. D

sahut Halilintar sambil menggoda Senja yang memang satu-satunya teman cewek yang ada di hidup Halilintar sambil mencolek-colek pinggul Senja. “Ah malas apaan jangan aku gelai. Hentikan Bang aku masih sekolah, huwa hahaha,” tawa senja melengking menghiasi raut wajahnya yang memang manis dan sedap dipandang sayangnya penampilannya yang kucel menutupi ayu wajahnya sehingga tampak tak menarik.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Mereka juga mengingat tentang kenangan-kenangan yang berkelebat. Sejatinya rintik dan senja saling menyatu. Hanya berbeda waktu kehadirannya. Kedatangan keduanya paling di nanti-nanti oleh beberapa umat pecinta rintik dan penikmat senja. Sembari duduk di balkon, menyeruput teh panasnya. Dengan mata yang menatap luas hamparan ciptaan Tuhan. Tidak ada yang memungkiri betapa damainya hidup ini kala pagi di sambut binaran mentari dan sore di tutup oleh senja jingga yang cantik.
1.518.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 694 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Dan yang tersisa dari kita hanyalah bahagia serta amin dari orang-orang yang turut mendoakan cinta kita. Sayang sekali itu hanya karya tulisan tangan di selembar kertas putih. Yang awalnya kosong kini telah bercampur dengan tinta hitam. Melukiskan suasana hati sang penulis; Alara Senja. Di mana netra hitamnya memandangi awan sore yang kelabu. Berarak mengikuti angin di sertai lukisan orange sebagai latar.
7.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Hanya senyuman biasa, tapi Embun merasa senyuman itu diberikan Mentari untuk mengejeknya. “Saya sama sekali tidak ada pemikiran seperti itu, Bu Embun.” Mentari membalas dengan tenang. “Karena sejak awal, saya tidak pernah merasa sedang berkompetisi dengan Ibu untuk memperebutkan Senja. Senja bukan barang. Dia manusia yang memiliki hati dan perasaan. Dia bebas memilih, pada siapa dia akan melabuhkan hati dan cintanya. Dan pelabuhan terakhir yang dipilih oleh Senja adalah saya. Lagi pula, saya sudah mendapatkan restu dari Serena.”
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

"Siska... nama yang cantik untuk wanita yang... menarik." Siska merona merah. Ia merasakan panas menjalar ke perut bawahnya hanya karena mendengar namanya disebut oleh pria ini. "Terima kasih, Tuan... Maaf, boleh saya tahu nama Anda?" Arka maju satu langkah. Jarak mereka kini hanya beberapa senti. Siska bisa mencium aroma kayu cendana dan tembakau mahal yang memabukkan dari tubuh Arka.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Adiptara Family's

Adiptara Family's

Senja menyorot wajah rupawannya dengan luar biasa melalui kaca jendela transparan, cahaya kekuningan menyapu rupa itu dengan gradasi yang memukau. Gelap terangnya berada di titik yang pas membuat visualnya kian indah. Dan tidak ada yang bisa mengubah hal tersebut. Perpaduan senja dan dirinya menyatu dengan kuat, seakan apapun tidak dapat memisahkan. Kendati demikian, dia merupakan bagian dari istilah 'burung dalam sangkar emas'. Dan Rain sangat mengutuk istilah tersebut.
9.922.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 818 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Mengelus lembut rambut perempuan terhebatnya itu dan mengecup puncak kepalanya penuh cinta. “Terima kasih sudah ada dan mau berkomitmen untuk menemaniku di usia senjaku, Sayang. Kamu adalah matahari pagiku, matahari yang menyadarkan aku bahwa di ujung senja yang kemudian menggelap itu, masih akan ada mentari yang bersinar cerah keesokan paginya. Dan mentariku adalah kamu.” ----------------------------------------- END ------------------------------------------
9.9266.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

Sarah tidak melihat betapa jeleknya ekspresi Rama, kesadarannya belum terkumpul semua, dan sebagiannya masih tenggelam di bawah gelombang kenikmatan yang baru saja ia alami. Sorot matanya redup, sementara dua gundukan pembeda gender, yang merupakan destinasi wisata favorit bagi sebagian besar pria di dunia, termasuk Rama, terus naik turun seiring tarikan napas yang belum sepenuhnya teratur. Namun, segera setelah sensasi menyenangkan itu berakhir, perasaan tidak nyaman yang mengganggu di dalam dirinya kembali muncul.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Bahkan, tentang si kembar yang merupakan anak kandung Senja. Senja tersenyum tipis, nyaris tak terlihat. Ia menunduk, lalu perlahan membetulkan selimut di dada perempuan tua itu. Dalam hati, ia tahu bahwa tak semua luka bisa disembuhkan waktu. Ada yang hanya bisa diterima dengan air mata dan penyesalan yang tak pernah habis. *
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai penikmat senja adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status