Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

Berbeda saat dia berciuman dengan Nana. Mia memancing Bayu agar membuka mulutnya. Dan saat Bayu membuka mulutnya, Mia dengan leluasa menjelajahinya. Setelah itu Mia mengambil tangan Bayu dan mengarahkannya masuk kedalam baju Mia. Mia membiarkan Bayu untuk menyentuh area area sensitif nya. Dan sekali lagi Bayu merasakan sensasi yang luar biasa. Mereka seakan menikmati keindahan senja hari itu. Mereka dibuai perasaan yang menyenangkan, walau pada hakikatnya Bayu sama sekali tak bermaksud untuk mengkhianati Nana.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

“Ah, ya, senja. Keindahannya merupakan ketidakpedulian dalam kesabaran yang diam; sebuah ironi dari keapatisan. Tapi begitu, pasti ada alasan sesungguhnya, alasan di balik segala alasan. Alasan apa dan mengapa.” “Entahlah. Aku tidak begitu memikirkan hal romantis itu. Bagiku, senja adalah maha seni kehidupan: sebuah gerbang pembatas antara cahaya dengan kegelapan yang selalu membuka dan menutup di waktu yang sama.” “Bung benar. Senja adalah maha seninya kehidupan. Dan seni itu adalah cinta yang menyeluruh.” “Apa yang kau tahu tentang cinta?”
105.3K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Kemilau Senja

Kemilau Senja

ujar Annisa sembari tersenyum malu. "Suruh keluar atuh cepet-cepet jangan sembunyi melulu," sahut Mbak Ratna yang kini ganti menggoda Annisa. "Kalau aku tau orangnya sih pasti udah kusuruh cepet-cepet keluar dari tempat persembunyiannya, Mbak hehe," ucap Annisa. Mereka berdua sungguh membuatku bisa tertawa lepas. "Ya, sudah kalian selamat menikmati makanannya ya, kalau kurang, kalian bilang aja nanti aku tambahin lagi," ucap Mba Ratna sembari melangkah kembali menyelesaikan pekerjaannya.
1010.9K viewsOngoingAdded to Library 262 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

(Ciara) "Kenapa tidak bisa? Sayangku, senja sekedar memberi canda candu, tapi aku bisa memberimu nada madu. Lebih manis, bukan?" (Haidar) "Warna senja memang menyiratkan betapa indahnya dirimu." (Ciara) "Apakah tampanku akan hilang tatkala senja itu mengerang?" (Haidar) "Tampanmu hanya akan memudar, tatkala kamu tak bisa membedakan mana senja, mana mentari." (Ciara)
105.0K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as penikmat senja adalah
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
Menikahi Suami Palsu

Menikahi Suami Palsu

Dia mengangguk kemudian menjawab, "Lebih suka senja." "Kenapa?" "Makannya keburu dingin," timpal Wendy sedikit berjinjit untuk mengamati beberapa piring tersaji di atas mejanya. "Enggak kok," tepis chef Indra masih penasaran dengan alasan Wendy menyukai senja. Walau semburat oranye kemerahan di cakrawala memberi kesan romantis di hati setiap orang, tetap saja ada sesuatu yang menjadi dasar kenapa mereka menyukainya. Kalau chef Indra sendiri lebih suka sunrise apalagi jika dilihat dari puncak gunung Rinjani. Mengingatkannya petualangan bersama mendiang istri.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Jody memberikan kunci mobil sport edisi terbatas, sementara Evan mengeluarkan sertifikat kepemilikan sebuah pulau pribadi. Sylvaria begitu terharu hingga matanya memerah. "Terima kasih atas pemberian kalian ...." Dia tiba-tiba menoleh kepada Therina yang sejak tadi membungkam. Dengan senyum manis dia berkata, "Rina, hadiah apa yang kamu siapkan untukku?" Semua tatapan segera tertuju padanya. Therina menatap mata penuh harap Sylvaria lalu berkata dengan tenang, "Aku nggak menyiapkan hadiah."
7.7K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Tiga Belas Bulan Bersama

Tiga Belas Bulan Bersama

Matanya menatap langit senja yang mulai berubah keungu-unguan, begitu indah, seakan melukiskan perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan. “Cantik sekali ...” gumamnya lirih. Haikal ikut mendongak, lalu berkata pelan, “Senja selalu mengingatkan bahwa semua hal ada akhirnya, bahkan keindahan.” Sania tertegun mendengar kalimat itu. Ada nada getir yang samar dalam suaranya. Apa mungkin ... dia menyimpan luka yang tidak pernah ditunjukkan pada siapa pun? Untuk sesaat, Sania ingin bertanya lebih jauh. Namun bibirnya kelu. Dia hanya bisa menunduk, memeluk lengannya sendiri untuk menghangatkan tubuh dari terpaan angin sore.
642 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

"Karena sekarang kami sudah bercerai, kamu juga bisa mewujudkan mimpimu." Karena dia sengaja datang untuk pamer di depanku, aku tidak segan-segan untuk berbicara tanpa kesopanan dan membuatnya malu. Beberapa pemuda yang datang ke sana melihat peristiwa itu dengan sinis. "Ini pertama kalinya aku melihat selingkuhan setua ini, benar-benar tahan banting ya." "Jangan lihat umurnya yang sudah tua. Dia kelihatannya tebal muka juga. Dandanannya yang norak itu jelas menunjukkan dia nggak tahu malu."
10.1K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Sang Penata Rias

Sang Penata Rias

Tanda pengenalku itu bertuliskan ‘Jaeryn Salim – Makeup Artist’. Setelah beberapa saat di dalam lift, aku bertemu dengan beberapa staff lainnya. Aku ingin menegur, tetapi mereka sedang sibuk berbincang ria. Mereka mengosipkan pria idaman mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Geraldy. Mereka merasa begitu bersyukur dapat bekerja di sini dan dapat sering bertemu dengan Geraldy. Mereka mengakui bahwa sikap dingin yang ditunjukkan oleh Geraldy adalah sebuah pesona yang sangat mematikan. Pesona yang harus dimiliki setiap pria jika ingin diakui sebagai pria jantan.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
Pesona Presdir Dingin

Pesona Presdir Dingin

Suaranya pelan tapi penuh penekanan. Mata besar Alisa menatap lurus jok mobil yang diduduki wanita itu. “Aku senang kalau perasaanmu sudah jauh lebih membaik. Tapi, mungkin liburan selanjutnya aku rasa kamu tidak boleh ikut–” “Lho, kenapa, Al?” sela Sabrina menolehkan wajahnya penuh kekecewaan. Raut wajahnya langsung murung dan kedua sudut bibirnya juga turun.
1030.3K viewsCompletedAdded to Library 879 Times as penikmat senja adalah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status