Jiwa yang Berbeda
Dari balik pintu kayu yang tertutup, ia lantas mendengar suara Adrian yang sedikit meninggi,
"Yasmin, tunggu aku. Kita sholat berjamaah."
Adrian adalah seorang muslim, setidaknya secara identitas. Namun, jujur saja, hubungannya dengan Tuhan selama ini terasa seperti formalitas belaka. Ia hanya rajin berpuasa di bulan Ramadhan, itu pun karena omelan Eyang dan Mami Papinya yang tak henti-henti mengingatkan soal pahala yang dilipatgandakan. Adrian tidak begitu peduli pada ritual, baginya yang penting adalah tidak menyentuh barang haram dan tidak berbuat jahat.
Hot Chapters