Istri Status Pembantu
Aku berusaha menarik tuas sampai tangan terasa perih, tapi pintu bercat cokelat tidak kunjung terbuka walau hanya menampakkan celah.
Hingga sebuah tangan merangkum tanganku dan membawanya menjauh. “Pintunya enggak akan terbuka kalau saya enggak mengizinkannya.”
Kutatap tajam pria itu tepat di mata elangnya. “Tuan, mau apa lagi, hah?! Enggak puas bikin saya kesakitan?! Saya ini emang bodoh banget, saya tahu, mungkin karena saya enggak sekolah tinggi kayak, Bapak! Ngapain saya capek-capek lakuin hal yang saya harap bisa menyenangkan orang lain, tapi ternyata malah apa yang saya lakukan enggak dihargai sama sekali! Harusnya emang saya sadar diri, Pak! Yang, Bapak harapin buat bawain bekal itu b
Sikat na Kabanata