Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bayangan Angsa

Bayangan Angsa

Aku mencoba mencairkan suasana dan meminta mereka melanjutkan rencana pesta tersebut. "Biarkan saja, Mah. Mungkin itu bawaan bayi" ucapku asal bicara. "Iya benar. Andara sepertinya mulai sensitif dengan setiap perkataan yang kita keluarkan. Wah, ini mirip sekali denganmu, Galih, hahaha" tawa mama dan semua orang di sini. Aku hanya tersenyum melihat kebahagiaan mereka. Rasanya tidak tega jika mereka tahu janin yang ada dalan kandungan Andara bukan benihku.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as puisi anggia
Read
+Library
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

"Pergaulan Katrina sangat terbatas. Saat aku mengenalnya, bahkan dia hanya memiliki satu sahabat sejati sepanjang hidupnya di Jakarta, itupun tetangganya sendiri. Anggia namanya," "Arini tidak pernah mengizinkan Katrina keluar rumah selain dengan Anggia. Itulah sebabnya, aku jadi mengenal sosok Anggia karena dia seringkali membantu Katrina berbohong pada Arini supaya mendapat izin keluar untuk bertemu denganku."
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 755 Times as puisi anggia
Read
+Library
Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

flashback. Pak Andi mengirimkan uang sejumlah 100 juta ke dalam rekening pribadi milik Laura. Uang tersebut di gunakan untuk keperluan pernikahan di hari ini, pernikahan di lakukan secara sederhana dan juga tidak terlalu mewah itu semua karena keinginan Veron sendiri. Pak Arka tidak bisa melakukan apapun lagi yang penting Veron mau menikahi anak dari sahabatnya itu.
9.57.9K viewsOngoingAdded to Library 261 Times as puisi anggia
Read
+Library
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ia ingin menjernihkan fikiran dengan melihat hujan ditrotoar area tunggu Mahasiswa Garuda. “Aku ingin menjadi hujan. Meski jatuh berkali-kali, merasakan sakit yang sama, tapi bisa bermanfaat dan membuat orang yang melihat merasa bahagia,” tuturnya. Bergumam sendiri, menghirup sedalam-dalamnya aroma tanah yang diguyur hujan. “Dan Aku, ingin menjadi seperti Angin. Mengarahkan dan membawa hujan kearah dan tempat yang tepat,” sambung pemuda berjas hitam. Dengan dasi yang masih rapih terbasahi guyuran hujan.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as puisi anggia
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

] [Aku juga meminta Nana untuk menggunting boneka itu, barang-barang orang mati terlalu sial! [Apa kamu marah? Jaga dirimu, jangan sampai mati, nanti aku malah kehilangan mainanku!] [Hari ini, Ginos tidur denganku, apa kamu kira dia baik sama aku cuma untuk membalas budi?] [Aku sudah hamil, tapi dia masih begitu kasar setiap hari, aku nggak tahan] Foto lainnya. Ginos telanjang, membelakangi ranjang, sambil membuka ikat pinggangnya.
17.0K viewsCompletedAdded to Library 340 Times as puisi anggia
Read
+Library
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Pengetahuannya yang dulu hanya tentang target penjualan dan meeting kantor, kini bertambah dengan kebijaksanaan sederhana yang terhubung dengan alam. Ia tetap menulis. Namun, puisinya mulai bergeser. Dari sajak-sajak tentang luka dan pertanyaan "mengapa aku tak cukup", berubah menjadi lukisan tentang keabadian ombak, tentang kesabaran batu karang, tentang nelayan yang terus berlayar meski tahu laut bisa murka. Ia menulis tentang neneknya, tentang teh jahe di sore hari, tentang kesabaran yang berbicara dalam senyap.
748 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as puisi anggia
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Pria itu menoleh ke belakang, menatap Sisca dengan tampang kebingungan. "Anjing penjaga itu sejenis serigala liar yang suka makan sisa bangkai di padang rumput kan?" tanya Arya dengan wajah polos luar biasa. "Kenapa betina bau ini menyamakan kepala suku setampan aku dengan hewan pemakan bangkai? Mata betina ini pasti sudah rabun parah gara-gara kebanyakan pakai debu merah di pipinya."
9.6K viewsOngoingAdded to Library 364 Times as puisi anggia
Read
+Library
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

"Shit!' Dia pun terpaksa harus menjauh dan mengusap bibirnya. Tampak ada cairan merah yang menempel di tangannya. Sejenak keduanya saling menatap. Diperhatikannya dengan dingin Adinda yang menatapnya tajam dengan dada naik turun--seiring napasnya yang ngos-ngosan. "Beraninya kamu, gadis kecil," marahnya, "Kali ini, kau benar-benar akan menyesal!" Dimas memberikan tatapan setajam elang seakan siap mencabik-cabik mangsanya.
10114.7K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as puisi anggia
Read
+Library
Biar Aku yang Pergi, Mas

Biar Aku yang Pergi, Mas

Dia menyentak kedua bahu Dasya dengan kasar, membuat gadis itu hampir saja terhuyung ke belakang andai saja tidak cepat-cepat berpegangan pada kursi di sampingnya. “Harus kembali kau ingat, Dasya. Kita ini hanya sepasang orang asing yang dipaksa untuk bersatu dalam ikatan yang halal. Hubungan ini, adalah hubungan pembawa sial. Aku tidak sudi menganggapmu istriku. Kau dengar itu?!” Pria itu membuang napas kasar. Mengisi paru-parunya dengan udara yang begitu banyak. Dia menghirup begitu dalam. “Kita hanya sepasang suami istri di atas keras. Camkan itu! Jadi, jangan berharap lebih pada hubungan ini.”
2.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as puisi anggia
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status