Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Aku Mengalah

Aku Mengalah

tanya Rendra. "Ketika suara palu itu terdengar, pasti bayangan indah bersamanya tak dapat aku hindari. Sulit untuk melupakan orang yang telah membersamai kita selama ini, memilih melepaskan begitu saja sebuah ikatan." Rendra hanyut dalam kesedihan dan mengelus pucuk kepala Afi. "Abang yakin kamu bisa! Angel tak pernah menyerah untuk hal semacam itu, bukankah kamu biasa tersakiti?" ucap Rendra.
1050.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Bayangan Angsa

Bayangan Angsa

Aku mencoba mencairkan suasana dan meminta mereka melanjutkan rencana pesta tersebut. "Biarkan saja, Mah. Mungkin itu bawaan bayi" ucapku asal bicara. "Iya benar. Andara sepertinya mulai sensitif dengan setiap perkataan yang kita keluarkan. Wah, ini mirip sekali denganmu, Galih, hahaha" tawa mama dan semua orang di sini. Aku hanya tersenyum melihat kebahagiaan mereka. Rasanya tidak tega jika mereka tahu janin yang ada dalan kandungan Andara bukan benihku.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

"Pergaulan Katrina sangat terbatas. Saat aku mengenalnya, bahkan dia hanya memiliki satu sahabat sejati sepanjang hidupnya di Jakarta, itupun tetangganya sendiri. Anggia namanya," "Arini tidak pernah mengizinkan Katrina keluar rumah selain dengan Anggia. Itulah sebabnya, aku jadi mengenal sosok Anggia karena dia seringkali membantu Katrina berbohong pada Arini supaya mendapat izin keluar untuk bertemu denganku."
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 762 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

flashback. Pak Andi mengirimkan uang sejumlah 100 juta ke dalam rekening pribadi milik Laura. Uang tersebut di gunakan untuk keperluan pernikahan di hari ini, pernikahan di lakukan secara sederhana dan juga tidak terlalu mewah itu semua karena keinginan Veron sendiri. Pak Arka tidak bisa melakukan apapun lagi yang penting Veron mau menikahi anak dari sahabatnya itu.
9.58.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ia ingin menjernihkan fikiran dengan melihat hujan ditrotoar area tunggu Mahasiswa Garuda. “Aku ingin menjadi hujan. Meski jatuh berkali-kali, merasakan sakit yang sama, tapi bisa bermanfaat dan membuat orang yang melihat merasa bahagia,” tuturnya. Bergumam sendiri, menghirup sedalam-dalamnya aroma tanah yang diguyur hujan. “Dan Aku, ingin menjadi seperti Angin. Mengarahkan dan membawa hujan kearah dan tempat yang tepat,” sambung pemuda berjas hitam. Dengan dasi yang masih rapih terbasahi guyuran hujan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

] [Aku juga meminta Nana untuk menggunting boneka itu, barang-barang orang mati terlalu sial! [Apa kamu marah? Jaga dirimu, jangan sampai mati, nanti aku malah kehilangan mainanku!] [Hari ini, Ginos tidur denganku, apa kamu kira dia baik sama aku cuma untuk membalas budi?] [Aku sudah hamil, tapi dia masih begitu kasar setiap hari, aku nggak tahan] Foto lainnya. Ginos telanjang, membelakangi ranjang, sambil membuka ikat pinggangnya.
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Pengetahuannya yang dulu hanya tentang target penjualan dan meeting kantor, kini bertambah dengan kebijaksanaan sederhana yang terhubung dengan alam. Ia tetap menulis. Namun, puisinya mulai bergeser. Dari sajak-sajak tentang luka dan pertanyaan "mengapa aku tak cukup", berubah menjadi lukisan tentang keabadian ombak, tentang kesabaran batu karang, tentang nelayan yang terus berlayar meski tahu laut bisa murka. Ia menulis tentang neneknya, tentang teh jahe di sore hari, tentang kesabaran yang berbicara dalam senyap.
868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

-> Koreksi, dialog panjang harus berdiri sendiri. "Betina Kacamata, goyanganmu terlalu lembut layaknya ranting pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi. Kepala Suku sedang tidak bernafsu untuk berburu di atas ranjang hari ini. Perutku memang kenyang oleh daging, tapi jiwaku merasa hambar karena tidak ada leher musuh yang bisa kupatahkan lagi." Mendengar penolakan dingin tersebut, Karina justru semakin merasa tertantang dan mempercepat tempo genjotannya hingga bunyi decakan basah menggema nyaring.
10.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai puisi anggia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status