Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Bangkit Dari Putus Asa

Bangkit Dari Putus Asa

desak Hicks. "Kalian harus membuat papan penunjuk arah yang benar lain kali. Lalu kalian pasang papan pengumuman yang bisa dilihat siapapun," urai Fenix. "Tulislah semacam, tempat ini berbahaya, atau air tercemar cacing, atau bila tak banyak yang bisa membaca, kalian gambarlah tengkorak di beri tanda silang, orang sudah paham dengan maksud tanda itu." *
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

“Makan Hayu, kamu harus makan, aku nggak mau sekretaris ku kurus kering seperti kucing kampung.” “Wah, Bapak sepagi ini sudah melakukan kekerasan verbal kepada saya, atau ini masuk ke ranah bullying. Ini saya juga mau makan, Pak. Saya masih cukup waras untuk mengingat bahwa saya butuh makan, apa Bapak mau? Mau saya suapi?” tanya Hayu pada atasannya itu. Candra yang sedang menyetir pun menoleh ke arah Hayu, “Are you kidding me?”
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Pembantu Kalian

Aku Bukan Pembantu Kalian

Tetapi tetap tak akan pernah ada kejahatan yang akan menang di akhirnya nanti. "Kamu tega menyakiti anak kamu sendiri Mas? Manusia macam apa kamu ini!? Hewan saja sangat sayang dan selalu melindungi anak-anaknya. Tetapi ternyata kelakuan kamu lebih buruk dari pada hewan!" Mbak Diana sepertinya terus saja berusaha untuk bisa tenang.
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi

Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi

“Ibu, aku mau ibu! Jangan usir ibu!” “Kamu ayah jahat! Aku benci denganmu! Aku benci denganmu!” “Nanti kalau kamu sudah tua, aku nggak akan peduli denganmu!” Begitu tahu kalau ibunya bakal diusir, emosi Leo langsung meledak. Aku tak tahu bagaimana perasaan Benson saat itu, tapi aku pribadi merasa puas luar biasa. Aku bukan tipe orang yang membalas kejahatan dengan kebaikan. Kalau bisa, aku malah berharap hidup Benson makin susah.
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Sang Penentang Aturan

Sang Penentang Aturan

Tetua Zee yang berdiri di sisi kanan tersenyum samar, lalu menunduk dalam. “Si Wuya benar,” katanya lirih. “Jika dunia hanya tahu cara menghancurkan hal yang tak dipahami… maka dunia ini sudah lama busuk.” Bao Li melangkah maju, tongkat bambunya menghentak tanah, menyebarkan gelombang spiritual yang berkilau lembut. “Murid kelas B! Dengarkan!” “Kalian bukan sampah. Kalian bukan lemah.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Cinta Terbalut Benci

Cinta Terbalut Benci

Namun apa boleh buat, penyesalan tinggal penyesalan, yang sudah terjadi tidak dapat diulangi lagi. Rintik hujan tiba-tiba turun membasahi bumi, seolah langit tengah menangis karena cukup mengerti apa isi hati gadis itu. Keadaan sudah sangat sepi. Sementara Ayya tidak membawa payung sama sekali, padahal sudah musim penghujan seperti ini. Lalu, demi menghilangkan rasa sepi, ia melantunkan sebuah lagu. Nadanya yang lembut dinyanyikan dengan suara merdu miliknya. Indah sekali, untuk siapa pun yang mendengar pasti akan lantas memuji.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

Uh, nothing can frighten me out Bring your greatest evil out and I won’t fear Uh, nothing can beat my passion There’s a big fire burn inside my body Go go go and beat the evil I’m ready to risk it all Kurangkai kata-kata dalam bahasa Inggris dan menyusunnya hingga tercipta sebuah rap dengan tiga bait. Begitu menyelesaikannya, aku langsung merasa sedikit lega. Meski, aku belum maju. Setidaknya aku memiliki bahan untuk kubawakan di hadapan para juri. Pintu terbuka dan trainee itu keluar dan trainee di depanku pun masuk ke dalam ruangan. Sepuluh menit tersisa dan sebentar lagi tibalah giliranku.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Oh My Brothers

Oh My Brothers

“Eh? Sebenarnya ada apa ini? “ tanya Arumi tidak mengerti mengapa tiba-tiba orang-orang yang sudah membullynya kemarin ini mendadak meminta ampunan dan bersujud padanya secara serempak seperti ini. “Kami tidak akan memaafkan mereka sampai kau memaafkan perbuatan mereka. Itu adalah sanksi yang harus di tebus oleh para perisak dan penindas. Perilaku bully adalah perilaku sampah. Terlepas dari siapapun korbannya, perilaku tersebut sangat amat tidak pantas.” jawab Kai sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Para C4vers menelan ludah takut mendengarnya.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> "Tentu! Tentu!" "Ular berkaki empat ini mungkin memiliki darah naga." "Dan monyet kecil seputih salju ini, auranya sangat aneh, bahkan aku pun tidak bisa melihat menembusnya."
1013.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 493 kali sebagai puisi anti bullying 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status