Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu Untuk Suamiku

Madu Untuk Suamiku

Mendadak Kiyada begitu merindukan sosok sang ayah. “Assalamualaikum, Ayah,” lirih Kiyada di depan pusara dengan nisan yang mulai memudar tulisannya tersebut. “Ayah akan segera memiliki cucu. Nanti bakalan lebih banyak orang yang akan mendoakan ayah.” Suara Kiyada mulai bergetar. Ia mengeluarkan gawai dari saku gamisnya, untuk mencari aplikasi yang menyediakan bacaan yasin dan tahlil.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
Withstand the Wound

Withstand the Wound

Ayah langsung memeluk Kaila. "Maaffin ayah kai, kamu pasti selalu merasa kesepian. Ayah dan ibu selalu sibuk dengan pekerjaan. Ayah memang ayah yang paling buruk. Maafin ayah Kai, ayah tak ada di sebelahmu saat kamu terpuruk, saat kamu merasa sendirian, saat kamu kesusahan. Jika bundamu tau pasti ayah kena marah dengan bunda, karena sudah menelantarkan anak kesangannya. Percayalah nak ayah bekerja keras, karena ayah tak ingin kembali ke masa suram. Masa yang sangat menyusahkan ayah, untuk membelikan mu susu, bahkan untuk membahagiakan bunda saja ayah tak bisa, membayar uang rumah sakit untuk kesembuhan bundamu juga ayah tak bisa. Ayah takut kalau ayah kembali kemasa itu ayah akan kehilangan
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Ups. "Bagh, ada rupanya orang yang gak sayang sama Poyingku ini?" lanjut Ayah berpura-pura kaget. Aku memajukan mulut lalu mengangguk dengan ekspresi sok sedih. "Bayaa! Gosah pusing kali lah, kalo ada orang yang gak sayang sama mu. Kami kan masik ada," terang Ayah menggodaku sambil menoel dagu unyuk-unyuk ini.
9.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
MALAIKAT PENCURI AYAH

MALAIKAT PENCURI AYAH

Satu-satunya hal yang bisa dilakukan ayah dalam bekerja secara online, menjadi penulis blog atau jurnalis, membuat karya seni yang bisa dijual atau kerajinan tangan, tapi sayangnya ayah tidak punya kemampuan itu. "Saya tidak punya siapa-siapa selain dirimu sekarang," ujar ayah dengan wajah memelas. Tanpa sengaja aku tergelak di dalam kesedihan dan keputusasaanku. Aku miris mendengarkan ayah yang sudah tidak punya siapa-siapa dan apa-apa lagi. Dia ingin pulang denganku padahal aku juga tidak punya apa-apa. "Aku tidak punya apa-apa untuk ditawarkan kepada ayah. Aku memilih untuk tinggal sendiri dan berjuang. Maaf, aku tidak bisa hidup dengan ayah."
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

Apa semua kasih sayang yang ditunjukkan laki-laki itu palsu? Cahaya tak ingin menangis dan terlihat lemah, terutama di depan ayahnya. “Terima kasih, papa boleh pergi aku ingin tidur,” kata Cahaya datar. “Padahal dulu kamu sangat suka saat ayah membacakan dongeng untukmu sebelum tidur,” kata sang ayah lembut sambil menyeret kursi meja rias dan duduk di atasnya, menatap Cahaya yang sudah mirip kepompong.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

Pada Allah Taala Semoga engkau, baik-baik saja Kumenangis . Bila ingat wajahmu Ayah ... Kan kuingat selalu pengorbanan dan semua jasa-jasamu Ayah ... Kuingin engkau di sini Temaniku ... melangkahkan kaki Ayah ... Tak bisa aku ingkari Tanpa engkau hidupku terasa sepi. Keringatmu ... Adalah kasih sayang Rasa cinta, yang tak pernah berkurang Ayah ....
1039.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Cinta Untuk Ayah Keponakanku

Sembari menguatkan hatinya, pria itu mengelus-elus rambut putranya. “Papa sudah pulang sekarang, Joy. Papa…Papa minta maaf sudah terlalu lama pergi meninggalkanmu. Papa…Papa bekerja mencari uang di tempat yang…ehm…jauh. Sekarang Papa sudah kembali dan nggak akan pergi-pergi lagi….”
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

Senyuman tulus Tio. Saat ini ibu dan ayahnya menyaksikan jika putra mereka telah melepaskan masa lalunya. Wijaya berkata lembut, “Nak, jika kamu sudah menutup buku yang telah penuh, maka mulailah membuka buku baru yang masih kosong.”
1046.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi buat ayah
Tampilkan Ulasan (2)
Baca
+Pustaka
Indah Hayati
moga erland bakal sadar dari koma nya dan bisa bersatu dengan kenzo dan amelia apalagi papa erland pengen pisahkan amelia ama kenzo anak nya sendiri gimana ya reaksi william kalo tau nitara penyebab erland kecelakaan
Desti Angraeni
Hi, kakak" semua ada pengumuman sedih ... hiks. Season 2 nggak akan tayang di GoodNovel karena udah 2x ditolak. Jadi aku up di pf sebelah, cuma di sana aku up season 1 dulu sampe habis. Jadi, season 2nya agak lama karena harus nunggu tamat season 1. Nanti kakak" mampir aja ke HiNovel. ^^
Baca Semua Ulasan
Mencintai Kakak Sahabatku

Mencintai Kakak Sahabatku

Tentu saja Givani langsung menghapus air matanya. "Iya. Ibu benar. Aku harus berlatih untuk terakhir kalinya," ujar Givani kini meraih kertas bertuliskan sebuah puisi yang akan ia bacakan untuk besok di pesta kelulusan. Puisi itu karya Givani sendiri. Tentang sosok yang selalu mendukungnya belakangan ini. Sosok yang selalu ia rindukan kehadirannya. Kehadiran figur ayah yang tak pernah ia dapatkan. Paman Gisel adalah pria yang ada dalam puisi itu. Bi Sunnah sedikit tertegun juga meresapi isi puisi itu. Givani ternyata sangat berbakat.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
Don't Be Silly. It's Precious

Don't Be Silly. It's Precious

ucap ayahku. Aku berteriak kegirangan dan berterima kasih dengan ayahku. Aku melupakan apa yang sudah terjadi di rumahku hari ini dan membuka ponselku. “Sepertinya ayahku akan membeli sebuah pulau, kita akan berpesta!” tulisku di grup pesan kelas. Aku lalu melihat ke jalan seraya menikmati ice coffee milikku. What a day!
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi buat ayah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status