Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Delapan ekor kuda Raja Mu tak kenal lelah berpacu, berkelana ke negeri seberang untuk mencari matahari dan bulan yang abadi." "Puisi ini berasal dari mana?" "Puisi ini terasa agak asing. Mungkin tentang lukisan Delapan Tunggangan." Setelah keenam orang menyelesaikan satu putaran, staf mencoret enam nomor pertama. Christopher melihat angka-angka yang tersisa tanpa banyak berpikir dan melafalkan, "Sebuah tugu peringatan yang diserahkan ke langit, setinggi sembilan lapis; saat senja, dibuang ke Chaozhou, delapan ribu mil jauhnya."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
Bucin berujung Sengsara

Bucin berujung Sengsara

Kecup kening sebagai pertanda cinta, kecup pipi kanan kiri untuk penyemangat dikala rindu, kecup singkat bibir untuk bonus sekaligus hal paling Batara suka. Tidak jarang, dua orang tidak tahu diri yang sebenarnya juga hanya menumpang di bumi ini membuat para jomblo menggigit jarinya karena iri melihat kemesraan mereka melalui kaca. Bodohnya, seolah sengaja kaca mobil itu tidak diganti dengan kaca hitam yang tidak bisa dilihat dari luar. Bila para jomblo itu bisa menyuarakan hatinya, mungkin mereka sudah berteriak, " MENTANG-MENTANG PUNYA PACAR! TEBAR KEMESRAAN SEMBARANGAN! NGAJAK BERANTEM?"
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 870 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

ucap Bu Delia "Nenek tua apa mah? Risa gak pernah tuh cerita macam-macam sama papa,"ucap pak Darwin. "Udahlah Pah, Mama gak jadi cerita."pungkas Bu Delia lalu mulai menyendok sup ayam yang ada di hadapannya. "Pak Darwin hanya menggeleng mendengar perkataan istriya. ****
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
Catatan Rumi

Catatan Rumi

Tapi malangnya kehebatanmu tidak ada satu orang pun yang bisa mengakuinya. Bak melati yang harum baunya, tetap saja tidak akan ada yang mau memungutnya ketika mereka tahu bahwa melatinya sudah busuk dan layu. Aku di sini hanya bisa menuliskan semuanya untuk kamu. Kamu, yang selalu berharap dihadirkannya ke damaian abadi. Kamu, yang selalu berharap bisa menghilang dari bumi. Dan kamu, yang selalu berharap dianggap ada setelah sekian lama ditiadakan.' ...
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

NYANYIAN RINDU Kala Rasa ini Tak mampu kuungkapkan, Kala Rindu ini Tak mampu kuceritakan, Yang ada hanya bisu dan sembilu. Rindu ini, Bagai malam merindukan siang, Laksana bintang-bintang merindukan gugusan awan, Selaksa mentari merindukan hadirnya Rembulan, Yang ada hanya asa yang terangan. Berpuluh-puluh musim telah berganti
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai puisi bucin singkat
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Tak lupa sebelum tidur ia masuk ke kamar wanita tersebut dan membacakan beberapa puisi untuknya. Canglan duduk di tepi ranjang, menatap wajah pucat itu dengan senyum tipis. Suaranya mengalun rendah, merdu, dan membius saat ia mulai membacakan sebait puisi yang ia tulis khusus untuk Muyin. Bila langkah di masa lalu terlalu berat untuk kau pijak. Dan badai di luar sana meremukkan sayap rapuhmu,
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya. "Saya tidak berani meminta apa-apa lagi, Pak. Apa yang Bapak lakukan sampai hari ini saja, saya tidak tahu harus mengatakan apa. Mengucapkan terima kasih seratus kali pun, rasanya belum cukup," ujar Suri setelah Damar duduk di sampingnya. "Jujur akhir-akhir ini saya sedang mencari-cari kosa kata di atas kalimat terima kasih, yang ingin saya ucapkan pada Bapak. Masalahnya saya belum menemukannya," ungkas Suri terus terang.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
LOVE THE LAW

LOVE THE LAW

Tulisannya rapi, berisi puisi pendek. (‘Jika kau adalah badai, biarlah aku payung yang goyah, bukan pelindung, hanya penenang.’) Ia tahu siapa penulisnya. Dan malam itu, ia membalas. Menyusupkan secarik kertas ke balik buku yang sering dibaca Ainsley: ‘(Kau bukan payung, Ai. Kau pelangi setelah ribut. Jika aku badai, kau alas yang tak mau runtuh.’)
993 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Malam semakin larut Dingin menyentuh kulit Ingin rasanya hati menjerit Sembari memandangi burung yang terbang di langit Bintang bertebaran tiada dapat dihitung Sungguh kita sangat beruntung Akan keindahan malam nan sepi Memberikan kenikmatan cahaya manjakan mata ini Dua bait saja sudah membuat perasaan plong. Coretan kecil mampu hilangkan kejenuhan. Tak lama daun pintu kamar diketuk. Dina memanggilku agar membukakan pintu. Berdiri dan bersegera membukanya.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai puisi bucin singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status