Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
If I Could Not Have You No One Could

If I Could Not Have You No One Could

“Tok.. Tok..” Nur mengetuk pintu ruangan Bu Celo yang sudah terbuka lebar. Dilihatnya dari pintu Bu Celo sedang berdiri tegap di depan jendela belakang membelakangi pintu masuk. Sepertinya, batin Nur, Bu Celo sedang memantau aktivitas para pegawai di bengkel. Tangan Bu Celo mungkin di lipat di depan tubuh. Nur lihat, Bu Celo memakai celana panjang warna biru tua dan kemeja putih lengan panjang dan sepatu hak tinggi berwarna hitam. Sedangkan, di gantungan bajunya yang berbentuk tongkat di pojok ruangan, tergantung outer Bu Celo dengan warna yang senada dengan celana.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

sahut Puspa yang masih berfokus ke arah jalanan. Aku masih terus mengatur nafasku yang masih naik turun. Tubuhku yang sedari tadi bergetar perlahan kembali normal. 'Kenapa si Joko ada di kota ini? Bukankah selama ini dia berada di Jakarta? Apakah pria yang terlihat kurus itu sedang mencariku?' "Tidak Tuhan, aku mohon selamatkan hidupku dari belenggu Joko!" pintaku dalam hati dengan wajah yang getir.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 446 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

Ini bukan kekerasan pertama, tapi tetap terasa begitu sakit. Luna membuka tas, buku kecil itu masih ada. Ia membaca kalimat terakhir yang ditulis Adrian: “Jangan takut pada perubahan, karena itu jalan menuju kebahagiaan.” Matanya terpaku pada kata-kata itu. Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk. Dari Adrian yang membuat seluruh tubuhnya membeku, bahkan matanya melebar sempurna.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
Jodohku Pria Buta

Jodohku Pria Buta

Melupakan aku Ternyata hatimu Masih membara Untukku 🎵Waktu 'kan berlalu Tetapi tidak cintaku Dia mau menunggu Untukmu Untukmu 🎵Aku milikmu malam ini 'Kan memelukmu sampai pagi Tapi nanti bila kupergi Tunggu aku di sini 🎵Waktu 'kan berlalu Tetapi tidak cintaku Dia mau menunggu Untukmu Untukmu 🎵Aku milikmu malam ini 'Kan memelukmu sampai pagi Tapi nanti bila kupergi Tunggu… aku di sini... Suara Andriek terdengar sangat merdu dengan senyum yang lebar Aliya merekamnya di ponsel miliknya sendiri. Beberapa pengunjung memberikan tepuk tangannya dan sejumlah uang.
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
Bangkitnya Johan

Bangkitnya Johan

Dua musuh tersisa terlihat ragu, tetapi pemimpin mereka berteriak, “Jangan mundur, dasar pengecut!” Mereka maju, tetapi Johan sudah membaca pergerakan mereka. Ia menghindari pukulan pertama, lalu menyikut tenggorokan salah satu pria, membuatnya terbatuk kesakitan sebelum menghabisinya dengan tembakan ke kepala. Pria terakhir mencoba kabur, tetapi Johan dengan cepat meraih pisau dari lantai dan melemparkannya ke punggung lawan. Pria itu terhuyung sebelum jatuh tersungkur.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Kalau begitu... bolehkah aku tinggal sebentar? Aku ingin... menyelesaikan puisiku yang tertunda seratus tahun.” “Meja pojok masih kosong, Mas,” kata Toyo. --- Dari hari itu, Parto menjadi ‘penghuni tetap sementara’ WarKoDuBa. Ia menulis, membaca, dan sesekali melamun panjang. Ia mulai tertawa pelan saat melihat meme, dan mencicipi kopi susu modern dengan boba. “Boba ini... seperti kenangan mantan. Manis di awal, tapi nyangkut di tenggorokan,” komentarnya.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

jawab Anya, tertunduk lemah. Gusti mengambil sepatu merah, lalu melemparnya pelan kembali ke atas meja. Brak. "Pak Jaya hanya menemukan sepatumu tergeletak di pinggir jalan. Seperti adegan penculikan, atau pelarian yang menyedihkan saja. Dan sekarang, kamu pulang dengan keadaan seperti ini.”
730 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Pendekar Pusaka Gurun Gobi

Mereka masih mengenakan pakaian serba hitam, tapi sangat indah karena dilapisi oleh sutera. Long Wan mengusap air mata yang tadi merembes dan membasahi kedua pipinya. “Terimakasih, berkat bantuan kalian saya bisa sampai di tempat ini. Telat sedikit saja, saya akan kehilangan jejak istana giok naga!” “Ayah tuan memang sangat bijaksana, dapat memilih tempat persembunyian yang tidak mudah ditemukan oleh musuh!” ucap si jangkung sambil membungkukan badannya.
1020.7K viewsCompletedAdded to Library 578 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
Sentuhan Panas Suami Cacat

Sentuhan Panas Suami Cacat

Musik instrumental mengalun pelan, namun tidak mampu menutupi ketegangan dua orang yang duduk saling berhadapan di sudut ruangan. Anisa menyilangkan kaki dengan anggun. Gaun hitamnya menempel sempurna di tubuh, mempertegas aura dingin yang kini melekat padanya. Di hadapannya, Pak Joko duduk dengan gelisah, tangannya tak berhenti memainkan sendok kecil di cangkir kopi yang sudah dingin. “Katakan saja rencananya, Nyonya,” ucap Pak Joko akhirnya. “Saya orang desa, tidak suka bertele-tele.”
874 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
Si Pemberontak CulunKu

Si Pemberontak CulunKu

Gio yang memahami pemuda itu dan menatapnya dengan bijak. “Siapa nama Kamu?” tanya Gio kepadanya. “Nama Saya Jack Tuan,” katanya lagi dengan rasa malu. “Saya meminta maaf atas kelancangan Saya Tuan,” katanya lagi. “Saya paham Kamu pasti dibayarkan seorang pemuda bukan? Saya tahu permainan apa yang Kamu lakukan. Sebaiknya Kamu berhati – hati memilih langkahmu selanjutnya. Jangan Kamu hanya mau menerima upah yang tidak pantas Kamu lakukan.”
107.4K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as puisi celana joko pinurbo
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status