Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

Dalam diam, dia memberi kode kepada Ningsih untuk mengabaikan mereka dan memulai interogasi. Ningsih mengangguk di hadapan sang Pangeran. Wanita itu melepas perannya sebagai dayang yang lembut menjadi Senapati Gupita, pemimpin para kesatria bayangan dan juga prajurit yang melakukan misi rahasia. “Apa Raden Ayu mengenali tulisan ini?” Ningsih membentangkan kertas kecil di hadapan Ratnawangi. Selir itu mengangguk. “Itu adalah surat yang saya tulis untuk ibu.”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as puisi dilan
Read
+Library
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

“Ka-kalian mau apa?” Sea memperhatikan Lita membuka koper pertama dan mengeluarkan gaun putih dengan aksen payet renda mewah. Gaun putih itu berlengan menggantung dengan dada terbuka dan membelah bagian tengah dadanya agar terlihat sensual. Di sekeliling belahan tengahnya terdapat aksen berlian mewah yang berkilauan. “Ini berlian asli?” tanya Sea dengan polosnya.
9.714.5K viewsCompletedAdded to Library 392 Times as puisi dilan
Read
+Library
Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Tapi sekarang dia secara terbuka mengungkapkan cinta dengan kata-kata, jadi harapan aku melambung tinggi. Padahal aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak berharap terlalu banyak pada manusia. “Dylan, aku tidak tahu kau punya bakat menulis puisi seindah ini.” Aku mencolek lengannya yang menggembung seperti sedang menguliti babi hasil buruannya. Dia menatapku dengan wajah malu-malu. “Tapi itu hanya surat biasa, bukan puisi. Bagaimana aku bisa menulis puisi?” dia terlihat malu-malu, dan aku tidak sabar untuk menggodanya!
1020.1K viewsCompletedAdded to Library 463 Times as puisi dilan
Read
+Library
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Dia melihat kuas di sudut panggung, berjalan ke arahnya, dan mencelupkannya ke dalam tinta. "Apa yang sedang kau coba lakukan? Letakkan kuas itu!" Penny mendekati Darryl karena dia yakin, Darryl ada di sana untuk membuat masalah. Semua orang juga merasa kesal. Bagaimana bisa orang itu berani membuat masalah di Liga Puisi? Darryl tersenyum, saat dia berjalan menuju pilar batu besar. Pilar setinggi hampir tiga meter yang bertuliskan, 'Liga Puisi — bertemu teman melalui puisi!'
8.57.2M viewsCompletedAdded to Library 208.9K Times as puisi dilan
Show Reviews (2480)
Read
+Library
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Read All Reviews
TRASHY

TRASHY

batinnya lagi dengan helaan napas yang teramat panjang 💔 Acara pensi berlangsung riuh dan meriah. Kalau yang menebak kelompok Dianalah pemenangnya, ya! Betul, mereka menang karena bakat yang ditampilkan sangat berbeda dari kelompok lain yaitu, musikalisasi puisi. Diana menulis puisi, Lia dan seorang gadis bernyanyi, satu perempuan memainkan okulele, dan gadis kurus bernama Putri bertugas membacakan puisi buatan Diana berjudul 'Mimpi dan Ibu', yang isinya sederhana. Begini :
103.3K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as puisi dilan
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

Bahkan Wang Anyou pun sangat terkejut—padahal dia selalu merasa bahwa dirinya lebih tampan dari Pan An (pria tampan legendaris), namun pada saat ini dia tidak bisa menyembunyikan rasa kurang percaya diri. ... Lu Xiao berjalan perlahan menuju Drunken Moon, berdiri dengan tangan menyilang di belakang punggung dan melihat nisan batu di depannya. Ada dua bait puisi tertulis di sana: "Minumlah anggur yang lezat dan mabuklah di bawah sinar bulan." Dia tersenyum dan menjelaskan, "Dua bait puisi ini ditinggalkan oleh Li Bai pada masa lalu, tepat di tempat Drunken Moon ini berdiri."
109.0K viewsOngoingAdded to Library 332 Times as puisi dilan
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Kini, tinggal Christopher, wakil presiden dari Perkumpulan Puisi Ibu Kota, ahli kaligrafi dan lukisan Matt, serta para saksi, Senja dan Leia. Ketika giliran Leia tiba pada hitungan keseratus, ia terlihat tersandung. Ia melirik Senja dengan alis sedikit mengerut. Pada hitungan angka tiga, Leia kesulitan. Semua puisi yang berkaitan dengan angka tiga yang ia ingat sudah dibacakan. Setelah beberapa saat berpikir keras, ia dengan enggan melafalkan, "Sinar matahari menghangatkan musim semi ketiga, bunga-bunga bermekaran di hamparan merah sejauh ribuan mil." Setelah selesai, ia menghela napas lega.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as puisi dilan
Read
+Library
DiaLangit

DiaLangit

Dari dalam hati kau takkan terganti sampai nanti aku mati Dari dalam hati kau takkan terganti Suasana semakin hening kala Langit membuka suara tetapi tak kunjung dilanjutkan. Deg-degan. Mungkin itu yang saat ini tengah menggambarkan bagaimana kondisi penghuni kelas X IPS 2. Mereka semua deg-degan dan menerka-nerka apa yang akan disampaikan oleh Langit kepada Eriska. Saking deg-degannya, mereka semua tak sadar jika sedari tadi ada suara lagu yang mengalun indah menjadi backsound momen antara Langit dan Eriska.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as puisi dilan
Read
+Library
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Dalam diam, Nilam tahu satu-satunya orang yang cukup kuat untuk menghancurkan jaringan ini adalah Mellisa sendiri. Namun... untuk bisa bertemu Mellisia, dia harus melewati satu gerbang terakhir: Desi. Dan Desil adalah duri yang tumbuh dari akar paling beracun. Dalam diam, Nilam melangkah. Bukan karena tidak takut - tapi karena kebenaran tak akan datang bila hanya ditunggu. *****
10988 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as puisi dilan
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dinda bersandar di pangkuan Dina, sementara Dion duduk di samping, menggenggam tangan istrinya. “Din,” kata Dion pelan. “Kamu masih suka nulis setiap malam?” “Iya. Aku nulis buat ngingat semua hal yang udah kita lewatin. Biar nanti Dinda tahu, kalau hidup nggak selalu mudah, tapi selalu bisa dilalui kalau hati kita satu.” Dion tersenyum. “Boleh aku baca?” Dina menggeleng. “Belum sekarang. Nanti kalau aku udah selesai nulis halaman terakhir.”
746 viewsCompletedAdded to Library 22 Times as puisi dilan
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status