Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO ITU AYAH ANAKKU

CEO ITU AYAH ANAKKU

Langsung naik ke atas ranjangnya dan menangis tanpa membersihkan diri seperti biasa. Nayara menangis sejadi-jadinya. Karena dia pikir tidak ada satupun orang di rumah galeri itu, selain pembantu, satpam di halam depan dan dirinya. Puas menangis, Nayara membuka laptopnya. Kemudian tangannya dengan lancar mengetik puisi panjang. Puisi tentang kehilangan yang sangat mendalam. Kerinduan pada sang Mama. Dan cita-cita yang harus dicapai nya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

POV Matilda Bulan memancarkan cahaya pucat di atas balkon, cahayanya lembut namun jauh. Aku bersandar pada pagar yang dingin, hawa dinginnya meresap melalui telapak tanganku dan naik ke lenganku, seolah mencoba membuatku mati rasa dari dalam. Udara malam menggigit kulitku yang terbuka, menerpa helai rambutku ke wajahku yang menempel di pipiku yang basah oleh air mata. Di bawah, laut bergejolak dalam kegelapan. Ombaknya menghantam tebing dengan irama yang menghipnotis, tanpa henti, mencerminkan pikiran-pikiran yang tak dapat kubungkam betapa pun aku mencoba dengan putus asa.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
Antara Fajar dan Senja

Antara Fajar dan Senja

Di tengah perjalanan, Aldi menyetel dan menyanyikan lagu galau. Haruskah kumati karenamu? Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu Haruskah kurelakan hidupku Hanya demi cinta yang mungkin bisa mambunuhku Hentikan denyut nadi jantungku Tanpa kau tahu betapa suci hatiku untuk memilikimu “Cieeeeeee yang galau gara-gara ditolak Sri.” Dian menggoda Aldi. Ia hanya diam seribu bahasa. Dian kemudian berkata lagi.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
PHOSPENE

PHOSPENE

Puisi palsu bergejolak pada hasrat tabu, kendati cinta masih jadi topik paling pilu Hari ini hujan turun, di pulangkannya rindu ke pangkuan kenang. Nostalgia murahan perajut kesepian, dengarkan lagu paling lirih untuk hati paling gersang. Hari ini hujan turun, diceritakannya dongen dua sejoli beda suratan. Yang satu sedang bercerita pada puisinya. Yang satu lagi sedang bercinta dengan kekasihnya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

“Duh, kenapa sih lelaki bersepeda itu tidak muncul juga? Aku mulai gelisah. Harap-harap cemas juga, iya. Aku sampai menjentik-jentikkan ruas jariku, membuyikannya satu persatu. Risau, resah, dan.., rasanya aku ingin menumpahkan semua beban pikiran dan masalah yang sedang kuhadapi ini.., byuur, begitu saja di tepi jalan raya ini.” “Aku galau, dan aku sudah memposting kata galau itu di status facxbook-ku. Memang hanya satu kata, ya ‘galau’ itu, tetapi malah banyak orang yang memberikan ‘like’ atau tanda suka. Konyol ah! Apakah itu berarti mereka-mereka itu suka jika aku merasa galau?? Teman-teman di dunia maya itu suka jika aku sedang dirundung masalah??”
9.614.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai puisi galau
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Dirgahayu RI ke 77. Semoga makin maju dan makmur NKRI-ku. Terima kasih utk kk2 reader yg telah mengikuti kisah romance Mas Joko ini. Jika suka, jangan lupa vote ya kak, spy saya makin semangat nulisnya. Terima kasih, matur nuwun, syukron katsiron, thank you, xie-xie.. ...
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Baca Semua Ulasan
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

di situ tertulis sebuah puisi, Engkau laksana bulir embun pagi, menyejukkan, setelah jiwa beradu dengan malam yang kelam. Engkau laksana temaram bulan, mendamaikan, seusai perjalanan panjang tanpa arahan tujuan. Engkau laksana angin yang bergerak perlahan, meneduhkan, sesudah perang melawan ketidak pastian. Ijinkan aku untuk masuk ke dalam bilikmu.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
Manusia Super Mencari Cinta Sejati

Manusia Super Mencari Cinta Sejati

Setelah hari agak siang Kiana merapikan rumahnya dan mencuci pakaiannya. "Kusedih-sedih sekali Kau pergi meninggalkanku sendiri Mungkin, kau takkan kembali Pada diri ini Sendu-sendu sunyi Meliputi hari ini Teringat akan tentangmu, di sini Di sisiku, kini kusendiri." Kiana bersenandung lagu galau, yang sesuai dengan perasaannya sekarang. Nyanyiannya terhenti karena ia melihat seorang yang tidak asing berdiri di hadapannya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
In Relationship

In Relationship

Seandainya . Guratan pena berisi puisi di selembar kertas menemani tangis Dinah hari ini. Puisi yang entah mengapa ia tulis sebagai bentuk lukanya saat ini. Dinah berharap ini mimpi, walaupun mimpi itu terlalu nyata untuk dianggap ilusi. Satu nama Untukmu yang kini tak lagi di sini Jangan khawatir tentang aku Percayalah, aku kuat
87.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Tubuhku yang hancur berkeping-keping tergeletak di lantai. Sudah tidak bisa dikenali lagi sebagai diriku. Sementara itu, jiwaku melayang di atas, melihat tubuhku yang terkapar. Aku tidak merasa sedih, karena kematian bagi diriku saat ini adalah sebuah kebebasan. Aku tidak tahu sudah berapa lama melayang seperti ini, sampai akhirnya Indra datang.
8.3114.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

Iqbal tersenyum mengangguk. Layar LCD mulai menampilkan sebuah video klip. Lagu Galau milik Al Ghazali pun mulai mengalun dari bibirnya. 'Cinta itu buta dan tuli Tak melihat tak mendengar Namun, datangnya dari hati Tak bisa dipungkiri Itu benar memang benar Cinta itu ruang dan waktu Tak sekejap harus mau Cinta butuh ruang dan sepi Tuk mengutarakan hati
9.933.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi galau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status