Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Seolah semua kehilangan, semua kebingungan, semua perjuangan akhirnya menemukan makna yang paling sederhana: menjadi bagian dari kalimat yang lebih besar. “Arga,” bisikku, “kalau dunia ini menulis kita, apakah kita masih ada?” “Ya,” jawabnya pelan. “Tapi kita akan hidup di dalam kata-kata, bukan di luar mereka.” Langit pecah menjadi ribuan halaman. Setiap halaman berisi fragmen kehidupan: rumah, tawa, hujan, tangan yang menggenggam, ciuman di malam terakhir.
817 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as puisi hidup
Read
+Library
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

seru Rehan. “Aku mau uang!” Nadia mencibir, “Siapa yang mau palsukan kematian dan hidup susah bersamanya! Aku sudah susah payah melarikan diri kembali ke dalam negeri. Itu bukan demi hidup susah bersamanya!”
10.4K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as puisi hidup
Read
+Library
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

Aku datang bukan dengan luka, Tapi dengan cahaya dari luka itu. Aku tidak lagi minta maaf karena hidup, Aku merayakan hidup, meski dari reruntuhan. Jika kalian menyebutku bekas, Maka aku adalah bekas luka yang sembuh. Dan tak ada bekas luka Yang tak mengajari kita sesuatu. Air mata mengalir di pipi sebagian besar hadirin. Mereka berdiri memberikan tepuk tangan lebih lama dari sebelumnya. Kali ini, bukan hanya untuk puisi, tapi untuk simbol kebangkitan yang nyata.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as puisi hidup
Read
+Library
Kutukar Hidupku untuk Kalian

Kutukar Hidupku untuk Kalian

Aku menunduk, menggambar lingkaran di tanah. Hidup ini seperti sebuah lingkaran. Sekarang, semua orang sudah mengucapkan selamat tinggal padaku. Pelan-pelan, anak Eliza pun tumbuh dewasa. Saat mereka menyapaku, pohon keliyun itu pun ikut bergoyang pelan dan mengeluarkan suara gemeresik seolah menjawab. Entah sudah berapa tahun aku meninggal.
5.3K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as puisi hidup
Read
+Library
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Minuman keras itu seperti pisau yang meluncur di tenggorokan, membelah isi perut dan memutuskan hubungan sepuluh tahun kasih sayang. Hidup ini, biarlah berlalu begitu saja! Hidup ini, benarkah hanya sampai di sini? Benarkah ini kata-kata yang bisa keluar dari mulut Lyra? Apakah benar Lyra yang pantang menyerah, seperti rumput liar yang tidak bisa dilumat, benar-benar pasrah seperti ini?
985.2K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as puisi hidup
Read
+Library
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.1K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi hidup
Read
+Library
Scylaac. Kembalinya Dunia yang Sempurna.

Scylaac. Kembalinya Dunia yang Sempurna.

tidak sama dengan kehilangan hidup. Mentari belum siap. "Mentari. Ayo dong, dimakan nasinya. Nanti nasinya nangis, loh," kata ibu Mentari. "Hm," jawab Mentari seadanya. "Hhh ..." *** "Satu kata. Satu kata saja. Satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan musik. Bagi seorang Gita, apakah arti musik?" "Hmm ... satu kata, ya .... Musik itu ... hidup."
103.2K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as puisi hidup
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as puisi hidup
Read
+Library
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

“Karena aku pernah bosen. Sama Sinta. Sama orang-orang sebelum dia. Ini… nggak membosankan.” “Terus ini apa?” “Scary. Exciting. Kayak lompat dari tebing tiap hari.” “Kedengarannya unstable.” “Kedengarannya hidup.” Kata itu lagi. Hidup. “Kalau hidup ini nggak sustainable?” “Kalau iya?” “Kalau nggak?” “Berarti kita punya sesuatu yang nyata, meskipun sementara.” “Aku nggak mau sementara.”
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 402 Times as puisi hidup
Read
+Library
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Ia menjadi perisai hidupku, meredam setiap amarah massa yang membabi buta. Aku bisa merasakan tubuhnya bergetar hebat, napasnya terengah-engah, dan isakannya yang tertahan bercampur dengan isakanku sendiri. Bau darah dan keringat menguar dari tubuhnya yang basah, bercampur dengan aroma amis dari sisa-sisa air bak yang mengguyurku. Aku hanya bisa membenamkan wajahku di dadanya, berharap semua ini hanyalah mimpi buruk, agar aku bisa terbangun dari rasa sakit dan hinaan kejam ini.
1024.4K viewsCompletedAdded to Library 782 Times as puisi hidup
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status