Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

“Negeri itu sangatlah indah. Tak ubahnya seperti negeri dongeng di kanvas-kanvas lukis, atau negeri kurcaci pada kisah pengantar mimpi.” “Pohon-pohon cemara tumbuh menjura langit, seakan mau mencumbu awan dengan daun-daunnya yang runcing.” “Dibawah, ada seekor tupai yang berlari-lari seraya menggendong sebuah biji pinus, karena takut direbut oleh kawannya sesama tupai, hingga keduanya sampai pada sebuah sungai kecil berair jernih bak kaca.” “Ada sebuah padang rumput yang teramat luas, sejauh mata memandang, bak hamparan permadani yang menghijau..,”
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai puisi imajinasi
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Warga menyebutnya air kenang, karena baunya memancing ingatan orang-orang akan tempat yang tak pernah mereka kunjungi, tapi mereka rindukan. Banyak yang percaya puisi Saram adalah semacam kode metafisik—seperti mantra yang tak disengaja, menghubungkan dunia nyata dengan kemungkinan yang tersembunyi. Ada yang bilang dia menulis dalam “Aksara Lapis Ketiga,” yakni jenis tulisan yang terbaca berbeda oleh setiap orang tergantung luka atau harapan yang mereka bawa.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Ah …, kacau,’ gumam Eguh dalam hati. Hanya melamun dan melamun Yang bisa aku lakukan saat ini Dimana pikiran otakku mulai memainkan Segala tentang imaji kehaluan Dimana tadi siang dengan ditemani teriknya mentari Bunga mawar merah mulai berkembang Memancarkan keindahan hakiki ciptaan Illahi Yang membuat pandangan mata ini terpukau Aku telah diracuni oleh serbuk-serbuk kegalauan
96.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
HARMONY

HARMONY

Lagu ini memiliki makna yaitu seorang yang berkhayal jatuh cinta pada seseorang yang ia kagumi, sesuai judulnya kan Imagination yang artinya imajinasi atau khayalan. Oh, there she goes again Every morning it's the same You walk on by my house I wanna call out your name I wanna tell you how beautiful you are from where I'm standing You got me thinking what we could be 'cause I keep craving, craving, you don't know it but it's true Can't get my mouth to say the words they wanna say to you This is typical of love Can't wait anymore, I won't wait I need to tell you how I feel when I see us together forever
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
Autophile

Autophile

Malam ini begitu legam Dingin merasuk menembus kulit Di tengah malam yang remang ini Aku menemukan kedamaian Hening tanpa suara, begitu tenang Di susut sana, terdengar tetes-tetes air Dan suara angin yang menyampaikan bait-bait rindu Di sini, di tempat dimana aku mulai bermain dengan imajinasiku Ditemani secangkir khayal yang merona dalam genggam
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
My Imagine

My Imagine

"Ha? My Imagine? Ini aplikasi apa?" Herra mulai melihat-lihat aplikasi bernama 'My Imagine' itu. Ternyata itu adalah aplikasi untuk membuat teman khayalan. Di aplikasi itu terdapat satu buah e-book dan MP3 yang harus diunduh. Herra yang sangat penasaran, mulai membaca e-book aplikasi itu.
96.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
Mengukir Impian Baru

Mengukir Impian Baru

“Mengapa kamu diam saja?” tanyanya. “Apakah kamu tidak suka dengan ide itu?” “Aku menunjukkan semua ini kepadamu bukan karena aku ingin kamu mewujudkannya untukku. Aku menunjukkannya untuk berbagi impianku.” “Kamu menyusun semua ini saat kamu masih sendiri. Kamu sudah memilikiku sekarang, mengapa kamu harus berusaha sendiri untuk mewujudkannya? Impianmu adalah impianku juga. Uangku adalah uangmu juga.”
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Kai menulis kode gerbang di Kitab Putih, membuka jalan melalui kata itu. Dan ketika mereka melangkah masuk, dunia di baliknya menyambut mereka seperti udara pertama yang pernah dihirup — mentah, tak berbentuk, tak terikat. Itulah Lapisan Pertama Imajinasi. Di sana, tidak ada tokoh, tidak ada struktur, tidak ada genre. Hanya kumpulan potensi yang belum dipilih. Faris menatap sebuah danau tak berwarna dan berkata:
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi imajinasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status