Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Gadis Penulis: “Aku anak dari Penulis yang Tak Diundang. Dibentuk dari potongan karakter yang tak pernah dipakai. Aku adalah metafora atas semua narasi yang dibuang dan dilupakan. Kini… aku menuntut panggung.” Dunia mulai berubah. Tanah tumbuh dari huruf. Langit terbentuk dari paragraf-paragraf tak selesai. Namun tak ada logika. Dunia ini adalah dunia imajinasi liar tanpa struktur. Kota-kota membelok. Waktu melengkung. Dan tokoh-tokoh lama muncul kembali… dengan versi aneh. Di kejauhan, Adrian melihat Kai—namun Kai yang berumur dewasa, mengenakan jubah, dengan mata seperti kaca pembesar. Ia berteriak memanggil Adrian, tapi suara itu terdistorsi.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
JUST IMAGINATION

JUST IMAGINATION

Tak lupa Alice mengejar dan mengikutiku dari belakang. Akupun terduduk lemas di atas kloset toilet kamar mandi sembari kembali mengingat apa yang aku lihat tadi di atas panggung, apakah itu benar-benar nyata atau bukan. Terdengar suara Alice menggedor-gedor pintu dari luar yang berusaha membujukku untuk keluar namun tidak ku gubris sama sekali. Aku masih asik bermain dengan imajinasi ku sendiri. Semakin lama suara Alice terdengar menghilang, tidak ada suara dobrakan pintu atau semacamnya. Bahkan suara nya memanggil-manggil namaku juga sudah tidak terdengar seperti saat diawal.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Dan nama-nama mereka bukan satu kata. Tapi kalimat. Puisi. Isyarat-isyarat. **“Yang Pernah Dimimpikan Tapi Tak Jadi”** **“Yang Didoakan di Malam Banjir”** **“Yang Tertinggal Saat Listrik Padam”** Ilham dan Aaron mencatatnya… …dengan tubuh mereka. Karena tidak ada kitab. Tidak ada batu. Hanya **roh yang mengingat, dan tubuh manusia yang memilih memikul.**
102.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Teman lama berpamitan pergi, saat terlihat kembang api di langit bulan Maret. Layar perahu jauh lenyap di langit biru, hanya terlihat sungai yang mengalir." "Cahaya bulan terang di depan tempat tidur, terlihat seperti embun di tanah. Mengangkat kepala memandang bulan, menundukkan kepala merindukan kampung halaman." Saat Wira membacakan tiga puisi itu, para sastrawan dan penyair yang berada di depan langsung terdiam. Mata mereka membelalak dan terhanyut dalam gambaran dari puisinya. Setiap puisi yang dibacanya adalah puisi yang sangat terkenal, benar-benar luar biasa. Bahkan pemuda yang tadi menuduhnya melakukan kecurangan pun perlahan-lahan terhanyut dalam keindahan puisinya.
96.1M viewsCompletedAdded to Library 166.0K Times as puisi imajinasi
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

Bahkan desah napasnya pun tak terdengar. "Aku punya fotonya di ponsel, di laptop, di mana-mana." Kutarik udara dingin sepenuh paru-paru. Uap tipis mengepul dari mulut ketika kuembuskan napas perlahan. "Kamu benar, imajinasi selalu melampaui gambar apa pun yang terlihat. Membuatku bisa mendekap Ibu yang tak pernah terdekap, menyentuh wajahnya yang tak mungkin disentuh. Itu arti imajinasi buatku." "Melampaui batas, ya?" gumamnya disertai embusan napas pelan yang terdengar halus di kuping, "aku ngerti."
1015.2K viewsOngoingAdded to Library 562 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.4K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as puisi imajinasi
Read
+Library
Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Dia membalikkan badan dan pergi tanpa sepatah kata pun. Langkahnya semakin cepat, seolah-olah ada iblis yang mengejarnya dari belakang. Tiba-tiba, dia berlari semakin cepat. Sampai akhirnya dia jatuh tersungkur ke tanah. Saat itulah kilatan petir membelah langit malam. Hujan deras menyusul dan mengguyur dengan brutal, membasahi jalanan yang seketika berubah menjadi tidak jelas.
6.6K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
My Imaginary Husband

My Imaginary Husband

Kemudian sebuah kesadaran menghantamku. Aku tidak bisa membiarkannya berpikir kalau kami memiliki harapan. Sama sekali tak ada masa depan untuk kami. Memilikinya hanya halusinasi bagiku. Keberadaannya memang nyata. Aku bahkan bisa menyentuhnya, membaui aroma tubuhnya. Perasaanku terhadapnya juga benar-benar ada. Namun, dia tak lebih dari fatamorgana bagiku. Aku harus menjauhinya sebelum segalanya menjadi lebih rumit. Sebelum semua ini semakin menyakiti kami berdua.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Ruangan ini terasa seperti kaca, tidak ada suara, tidak ada kata-kata, hanya gema samar dari sesuatu yang tidak bisa kujelaskan dengan logika manusia. Aku tersentak. Apakah inii… alam pikiran kucing itu? Bayangan-bayangan melintas di sekelilingku—fragmen gambar yang buram, terputus-putus, seperti potongan memori yang tidak memiliki kesinambungan yang jelas. Aku melihat kilatan cahaya, gerakan cepat, sensasi berlari, mencium sesuatu, ketegangan yang tajam di udara. Tidak ada suara yang berbentuk kata, hanya gelombang emosi yang berdenyut-denyut di sekelilingku. Ada marah, waspada, takut… tapi juga sesuatu yang lebih dalam. Sebuah ketidaknyamanan yang sulit kugambarkan dengan bahasa manusia.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 608 Times as puisi imajinasi
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status