Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dream first class

Dream first class

Membalasnya dengan amarah yang tertahan. [Tidak bisa.] Ia pun membalas dengan bernegosiasi. [Ada lomba bikin puisi se-Indonesia. Temanya, ‘manusia.’ Kamu tinggal buat puisinya maksimal 4 bait, margin normal, diketik dengan font: Times New Roman, ukuran 12, spasi 1.5, dan Bionarasi maksimal 50 kata. Deadline-nya Desember tanggal 1. Syarat untuk mendaftarnya biar aku yang bikinkan. Mau, nggak?]
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Kalau kalian penasaran dengan arti mantra yang kubacakan tadi, sebenarnya itu adalah sebuah puisi indah yang digubah oleh Sang Penguasa Sejati Tanah Kebahagiaan III sendiri. Terjemahan kasar ke dalam bahasa kalian kira-kira begini: "Langit mewarnai bintang-bintang yang teramat terang, angin menidurkan kehangatan di tanah pulau. Aku dan kamu bersatu dalam cinta, tertawa sebagai sahabat yang hangat, mengagumi embun milik kita. "Bunga-bunga melukis pelangi yang luas, menyinari matahari, menyinari bulan di langit. Anak-anak kecil bergerak penuh keajaiban, tertawa luar biasa, kesedihan pun tertidur, saat cahaya langit tiba.
497 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
FATED

FATED

Uh, nothing can frighten me out Bring your greatest evil out and I won’t fear Uh, nothing can beat my passion There’s a big fire burn inside my body Go go go and beat the evil I’m ready to risk it all Kurangkai kata-kata dalam bahasa Inggris dan menyusunnya hingga tercipta sebuah rap dengan tiga bait. Begitu menyelesaikannya, aku langsung merasa sedikit lega. Meski, aku belum maju. Setidaknya aku memiliki bahan untuk kubawakan di hadapan para juri. Pintu terbuka dan trainee itu keluar dan trainee di depanku pun masuk ke dalam ruangan. Sepuluh menit tersisa dan sebentar lagi tibalah giliranku.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Mereka tidak memiliki daya dan upaya menerobos benteng tinggi yang mulai dibangun. LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZHZHOOLIMIIN. Menjadi ayat yang memiliki jumla banyak untuk dibaca. Ayat ini menjelaskan bahwa, “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat dzalim.” Lalu, YAA ALLAHU YAA QADIIM sebanyak tiga puluh tiga kali. Kemudian di susul YAA SAMII’U YAA BASHIIR pun dengan jumlah yang sama.
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 507 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mungkin Mama sedang mengisi daya batrainya. Kulirik Pak Afnan, dia sedang sibuk dengan gawainya. Aku pun mengetik beberapa bait puisi untuk membunuh waktu, daripada keolenganku kambuh. RANJAU Tuhan Bila hati salah melangkah Tunjukkan arah Bila rasa adalah dosa Hapus segera Dialah gelora Pada cita yang tersita Pada cinta hampir ternoda
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

- 7 Sumpah - Sekilas kau tampak layu Jika kau rindukan gelak tawa yang warnai lembar jalan kita Reguk dan teguklah mimpiku dan mimpimu Terbelenggu satu oleh ucapan janjimu Dan kau bisikkan kata cinta Kau telah percikkan rasa sayang Pastikan kita seirama Walau terikat rasa hina Dan kau bisikkan kata cinta Kau telah percikkan rasa sayang
9.96.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi Malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa,” “Dan dalam dadaku memerdu jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita mati datang tidak membelah.” Sambung Bella. Membuat seisi kelas bertepuk tangan karena puisi yang baru saja dibacakan sangat indah. “Nah, seperti itulah permainan ini. Tapi ingat, siap-siap saja ada satu kertas kosong ya!” ingat Bu Sri dan mempersilahkan Boni dan Bella kembali ke bangkunya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status