Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

"Hebat atau tidak bukan hal istimewa, nilai bisa berubah sewaktu-waktu. Andai saja dulu Ibu mengajak kami pindah mencari tempat baru untuk mengusir kenangan pahit, pasti Ibu tidak lagi menjadi kuli gendong. Pikirannya terlampau lugu dan sederhana." Akhtar mengetuk jari-jarinya di permukaan meja, botol mineral yang masih menyisakan setengah isi itu terkena getaran. Hujan mulai bosan. Tetes air menjadi serbuk gerimis seperti semula. Sesekali Caca menggeser-geser ponsel, melihat status w******p teman-teman kampus. Peteduh bergantian pergi membawa tujuan masing-masing.
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Semua itu hanyalah kenangan Yang meninggalkan luka di hati Waktu berjalan begitu cepat Namun kenangan tentangmu Tak pernah meninggalkanku Ia selalu menyapa Dengan lafaz rindu Yang membuat air mataku kembali berlabuh Hembusan angin yang tenang menerpa diriku Merasakan ketenangan Disudut hati yang dalam Wahai angin Bawalah pesanku padanya Sampaikan kata yang tak pernah ku ucapkan saat bersamanya
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Pilihan Kedua

Pilihan Kedua

Menyedihkan. Aku menyandarkan diri di balik pintu, aku seperti dejavu. Aku menangis sejadi-jadinya, setelah ini semuanya benar-benar berakhir. Jadi biarkan malam ini aku menangis sepuasnya. Isakanku semakin bertambah kencang ketika memori indah dan pahit itu berlari-lari di ingatanku. Entah aku harus mensyukuri kenangan indah itu atau tidak. Nyatanya kenangan indah itu palsu, apa yang harus kukenang? **
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

KENANG LUKA Oleh: Pesona Senja ________ Kaukah yang bersembunyi sewindu penuh Menyaru bayang terasa candu Laksana api berkobar tanpa membakar Senyap padam terhempas keputusasaan Lagi-lagi rasaku tumbuh Serupa pucuk kentang di musim hujan Leleh meleleh bulir bening Kenang rindu tanpa berujung temu Kaukah anila sepoi penggetar jiwa Padamu ... pernah kugantung cita cinta
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

-------------- - 7 Sumpah - --------------- Bila yang tertulis untukku Adalah yang terbaik untukmu 'Kan kujadikan kau kenangan Yang terindah dalam hidupku Namun takkan mudah bagiku Meninggalkan jejak hidupmu Yang t'lah terukir abadi Sebagai kenangan yang terindah Samsons -- Kenangan terindah
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Seharusnya ia sudah puas. Akulah yang berkata Agar kaupergi tanpa jejak Lantas mengapa masih ada air mata Dalam tiap kenangan yang meretak Axel teringat pada sepenggal puisi yang diterjemahkan dari buku catatan gadis itu. Beberapa puisi di sana, meski belum seutuhnya dimengerti telah meluruhkan ego pemuda bertubuh atletis itu. Membuatnya semakin ingin mengenal sang penulis agar ia tahu makna di balik puisi yang mengusik nuraninya.
1019.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 781 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Pengawal gay saya

Pengawal gay saya

kata gadis kecil di pohon, "beberapa memanggilku 'Pengasuh Tua', yang lain 'Dryad', tetapi, pada kenyataannya, namaku adalah 'Kenangan'; ini aku yang duduk di pohon itu. tumbuh dan tumbuh! Saya dapat mengingat; saya dapat menceritakan banyak hal! Coba saya lihat apakah Anda masih menyimpan bunga saya?" dan lelaki tua itu membuka Buku Doanya. Di sana tergeletak bunga Elder, segar seolah-olah telah ditempatkan di sana beberapa waktu sebelumnya; dan Remembrance mengangguk, dan orang-orang tua, bermahkota emas, duduk di siraman matahari senja. Mereka memejamkan mata, dan—dan—! ya, itulah akhir dari cerita!
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai puisi kenangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status