Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

“Tidak ada lagi dusta di antara kita.” Aku menciumnya dalam-dalam, merasakan setiap inci tubuhnya menempel padaku, kelegaan yang membanjiri relung jiwaku dan cinta yang meluap hingga rasanya menyesakkan dada. Dia benar. Dengan menerima masa laluku, dengan merangkul setiap kepingannya, dia justru telah memberiku masa depan yang utuh, yang jauh lebih kaya dan lebih indah dari yang pernah kubayangkan. Masa depan kami. ***
33.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Dia memasukkan memori tentang kemampuannya yang khusus yang memungkinkan dia melihat kejadian di masa mendatang. Dia menunjukkan kepada burung phoenix bahwa dia telah melihat masa depan, di mana kekacauan purba dihancurkan oleh jurang kehampaan, yang bukanlah suatu kebohongan. Phoenix mungkin mengira bahwa dirinya adalah penyelamat dunia yang ditakdirkan dan memberinya segalanya yang dimilikinya.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

Kita Punya Esok, tapi tak Punya Selamanya

"Karin, ini utangku padamu. Aku nggak akan mengganggumu lagi. Semoga kamu bahagia." Setelahnya, aku mendengar bahwa Thomas menjadi pecandu alkohol. Suatu hari, dia secara tidak sengaja jatuh ke laut. Mayatnya bahkan tidak pernah ditemukan. Namun, itu tidak ada hubungannya lagi denganku. Setelah bayiku lahir, aku menamainya Bliss, yang melambangkan bahwa kehidupanku ini sangat sempurna. (Tamat)
13.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Kadang musuh terbesarmu bukan masa lalu… tetapi masa depan yang kau ciptakan tanpa sadar.” Sosok itu terduduk, tubuhnya gemetar seperti baru saja terlempar dari perang yang tidak ingin ia ikuti. Rambutnya lebih panjang, kusut, dan ada garis tinta hitam mengalir dari pelipis hingga rahangnya. Tangannya gemetar ketika ia mengangkat wajah—wajah yang sama dengan Lira, namun lebih tua, lebih lelah, lebih… patah.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Menunggu Masa Idah

Menunggu Masa Idah

Ada yang menginginkan bertemu bulan depan, ada yang bilang ikut yang lain saja, tapi banyak juga yang bilang sibuk sehingga tak yakin bisa mengadakan acara reuni. Sementara Laila justru menjadi termenung karena pesan tersebut. Jujur saja, ia sebenarnya rindu juga dengan teman-teman masa SMA-nya. Ia ingin mengulang kembali masa-masa bahagianya saat berkumpul dengan teman-teman seperjuangannya. Namun, jika bertemu dengan mereka, rasanya Laila ragu, lebih tepatnya tak percaya diri.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Bukan Nona Pengganti

Bukan Nona Pengganti

Dan setiap masa lalu, pasti akan ada masa depan. TAMAT --- Thanks buat semuanya yang sudah mengikuti karya Vervitta sampai di bab akhir ini. Jangan lupa follow I*******m @seyvervitta_ sebagai bentuk dukungan untuk author dan agar tidak ketinggalan info karya lainnya.
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menjadi Budak Keluarga

Dipaksa Menjadi Budak Keluarga

“Masa depan apa? Bukannya sekarang kamu sudah ada di masa depan, iya.” Mendadak aku menahan napas beberapa detik. Penuturan Ibu membuatku mendadak mengingat Erni. Aku yang selalu berusaha berhusnuzon mendadak memiliki pikiran kurang baik pada Ibu. Aku tidak ingin semakin berburuk sangka pada Ibu, jadi kuputuskan bertanya, “Maksud Ibu?” “Iya, kan memang sekarang kamu sudah ada di masa depan. Masa depanmu iya ini.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

“Mungkin saja, tapi memang begitulah manusia... manusia tak bisa hidup selamanya di masa lalu... mereka harus bergerak untuk masa depan mereka.” “Kau lebih memilih masa depan yang tak jelas dari pada masa lalu yang kau idamkan? Apa kau bodoh?” “Masa lalu yang kuidamkan itu hanya ilusi, jadi tak ada gunanya Aku terus mendambakannya.” Bodoh memang. Aku memilih masa depan yang tak jelas dari pada masa laluku yang dipenuhi cinta oleh kedua orang tuaku.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Dengan lembut memetik senar guqin dan sebuah irama yang merdu kembali terdengar. "Namun, masa depan akan selalu ada. Memang tidak mudah untuk melupakan masa lalu, tetapi akan lebih sulit menjalani masa depan jika kita masih tertinggal di masa lalu. Sedangkan hidup berjalan terus," ucapnya pelan dan lembut. "Seperti musim Akan berganti Setiap tahunnya Musim semi, panas, gugur, dan dingin Tidak akan pernah berubah datangnya
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi masa depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status