Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Pengawal membawanya ke rumah sakit dan memberinya obat penenang. Saat tersadar kembali, perut Clarise terasa kosong. Dia tidak dapat merasakan lagi detak jantung itu tidak peduli bagaimana dia meraba perutnya. Clarise menatap langit-langit dengan hati yang penuh dengan keputusasaan. Pada akhirnya, sesuatu yang dapat dimanfaatkannya untuk mendapatkan harta telah lenyap. Selain itu, yang masih menunggunya adalah makian yang tak berujung. Bahkan keluarganya juga tidak dapat menerimanya.
30.0K viewsCompletedAdded to Library 839 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Catatan Rumi

Catatan Rumi

Mungkin kalau tahan pun, Rumi akan seperti mayat hidup yang terus saja berjalan tanpa napas. Seperti biasa anak itu selalu pulang beberapa menit sebelum azan Magrib berkumandang. Dia tidak mau terlalu banyak bicara dengan semua orang yang ada di rumah. Karena bagi dia, semuanya begitu membosankan. Sekali lagi bagi Rumi, rumah hanyalah tempat peristirahatan atau bisa dikatakan dengan kasar sebagai kandang. Kandang, yang ketika dia lelah maka dia akan istirahat, dan ketika dia masih kuat maka dia tidak akan pulang ke sana.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Dan nama-nama mereka bukan satu kata. Tapi kalimat. Puisi. Isyarat-isyarat. **“Yang Pernah Dimimpikan Tapi Tak Jadi”** **“Yang Didoakan di Malam Banjir”** **“Yang Tertinggal Saat Listrik Padam”** Ilham dan Aaron mencatatnya… …dengan tubuh mereka. Karena tidak ada kitab. Tidak ada batu. Hanya **roh yang mengingat, dan tubuh manusia yang memilih memikul.**
102.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Anak Tangga Ketiga: Kalimat yang Terputus Di titik ini, realitas mulai patah. Mereka tak lagi melihat dunia di bawah. Yang ada hanyalah ruang putih kosong, dingin, seperti lembar kertas yang dibekukan. Dan di tengah-tengah ruang itu, tergantung kalimat-kalimat yang tidak pernah selesai ditulis: “Jika aku bisa kembali ke malam itu…” “Dan andai saja aku tidak berhenti menulis…”
2.6K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Days to Remember

Days to Remember

ucap orang tidak tahu diri yang tiba-tiba mengganggu percakapan mesraku dan Ani. "Riski, udah baca mading belum?" sergah Ani begitu bersemangat, aku dag-dig-dug serr jadinya. "Udah, puisinya bagus. Tapi, aku nggak ngerti hehehe harusnya ada gambar pelanginya juga tuh biar lebih bermakna ...," ucapnya menggaruk leher. "Issh, puisi itu tentang, tentang ... tentang suatu yang menunggu sesuatu, iya 'kan, Na?" ujar Ani gugup sesaat dan melemparkan pertanyaan padaku.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Puisi itu berbunyi, "Dia, dia, dan dia adalah AT98. Dia tak berupa dan berbentuk, tetapi bernyawa. Dia nyata dalam ketiadaan yang hampa. Dia adalah rasa dari berbagai rasa yang ada. Dia adalah yang baik dan yang jahat dari kita. Dia bagaikan angin yang berhembus membawa kehidupan bagi kita. Dia berjalan tanpa kaki ditengah kehampaan yang mendera. Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran.
9.93.2K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Jibran *** Sekarang aku bagaikan gumpalan debu. Seolah hanya dirinya yang mampu merangkai kembali ragaku. Aku menjadi begitu rapuh Tanpanya, hatiku tak lagi utuh. *** "Sadaqallahul 'Adzim ...."
8.1K viewsOngoingAdded to Library 250 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Pernikahan Gadis 100 Juta

Pernikahan Gadis 100 Juta

Rona berbicara di dalam hati, menutup mata kemudian memikirkan hal-hal baik yang akan menimpanya hari-hari esok. Matahari semakin menanjak, menaiki langit dengan sedikit rasa malas sebab awan menutupi sebagian wajahnya, Maven tak begitu peduli dengan cuaca hari itu, ujian tengah semester yang sedang ia lalui banyak menyita pikirannya, jawaban yang ia tulis di kertas ujiannya membuat ia bingung tak terkendali, perihal soal bahasa indonesia yang menginginkan ia membuat sebuah puisi dengan tema cinta akan tetapi jari-jarinya bahkan tak dapat menuliskan satu kata pun, ia bahkan menulis puisi sedih yang tak berujung, rasa kesal pada dirinya sendiri ia lampiaskan pada kalimat singkat pada puisinya
2.9K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Cerita-cerita tentang kegagalan mutlak, tentang kepunahan, dan tentang ketiadaan yang tidak memiliki makna sama sekali. ​"Jika Rasa Ingin Tahu adalah api, maka Bayangan Pertama adalah lubang hitam yang ingin menelan api itu agar ia bisa tidur kembali dalam ketiadaan," kata Sang Pemimpi. Sebuah retakan besar muncul di pinggiran Nuranipura. Dari sana, bukan tinta yang keluar, melainkan cairan hitam pekat yang menghapus segala warna dan suara.
912 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi rumpang
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status