Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia justru belajar menyapanya, berbicara dengan keheningan yang membalas dalam bentuk gema samar. “Apakah kau masih di sini?” bisiknya pelan. Angin lewat membawa jawaban yang tak pernah utuh, seperti seseorang yang ingin bicara tapi memilih diam karena luka terlalu dalam untuk diberi kata. Di sudut kota, sebuah toko buku yang pernah menjadi tempat pertemuannya dengan Rendra kini tinggal separuh dinding. Atapnya runtuh, papan kayunya lapuk, tapi di rak paling belakang masih ada sisa lembaran yang belum terbakar—puisi yang ditulis Rendra untuknya.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dia ingin agar Emma menatapnya karena gadis itu sudah merusak tatanan kehidupannya sejak dia menginjakkan kaki di kampus ini. "Buruan baca," teriak Arsen tidak sabar. Cowok itu benar-benar sudah penasaran dengan puisi yang ditulis Raka kali ini. Raka menatap kertas di tangannya dan mulai membaca. “Ada kota-kota yang tetap ramai meski kehilangan satu lampu di sudut jalannya mungkin memang begitu cara dunia bekerja Sesuatu bisa hilang tanpa benar-benar mengubah apa pun
103.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Nanti malam, dia berniat membakarnya. Tengah malam, Adeline berjongkok di halaman. Satu per satu pakaian dan sepatu bayi itu dilemparkannya ke dalam api. Api melahap setiap pakaian kecil itu. Menatap kobaran api merah itu, tenggorokan Adeline terasa seperti dicekik seseorang hingga nyaris membuatnya tidak bisa bernapas. "Adeline, apa yang sedang kau lakukan? Kau sudah gila?"
2.5K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Padahal nasihat itu demi menyelamatkan dirinya. "Terus kenapa gak ngungkapin kek Kak Nawaf? Keburu diambil orang, loh. Pantesan juga kemarin kamu kayak kaku gitu, dikira mau buang angin ternyata jatoh cinto!" "Aku sudah menghafalkan beberapa puisi Rumi sejak tadi malam karena aku tidak bisa tidur memikirkan Kak Nawaf. Ragaku di sini, tetapi jiwaku ada padanya. Kamu mungkin tidak pernah membaca puisi Rumi, katanya, 'Aku memilih mencintaimu dalam kesepian.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.6K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Sementara itu. Di dalam ruang bawah tanah narasi, Lena akhirnya menemukan Fragmen Pertama dari naskah yang pernah ditulis oleh Penulis Awal. Fragmen itu tidak lengkap, dan sebagian besar kata telah dihapus. Tapi satu kalimat masih utuh: “Jika kamu ingin melawan kehampaan, jangan lawan. Tulis ulang.” Lena menatap pena patah itu. Ia tahu apa yang harus ia lakukan.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 440 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 380 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Kekasih Rahasia Ketua BEM

Kekasih Rahasia Ketua BEM

Milyaran gemintang menemani sunyi malam ini Kala rindu dan hampa memeluk raga yang gamang Tersadarkah yang ku rindu tahu? Tentang hati dan jiwa yang menangisinya Puisi yang ditulis Yudhistira menggambarkan keadaan Azzrafiq saat ini, rindunya tak terbalas oleh wanita yang kini semakin berani memasuki separuh pikirannya. "Murung muluk lo selama kuliah, cuma gara-gara cewek doang, emang ya makhluk satu itu bikin ruwet aja." Tutur Yudhistira.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as puisi rumpang
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status