Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Sesudah keempat orang itu menyampaikan kata sambutan, semua hadirin bertepuk tangan dengan semangat untuk waktu yang cukup lama. Wira tersenyum melihatnya. Dia segera berkata, "Oke, selanjutnya silakan kalian mencocokkan puisi." Terlihat berbagai puisi di atas meja. Semua kontestan naik ke panggung satu per satu, lalu mengintip dengan penasaran. "Satu gunung, dua gunung. Gunung menjulang tinggi, embun terasa dingin. Kerinduanku berkobar bak api."
96.1M viewsCompletedAdded to Library 202.9K Times as puisi rumpang
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Satu per satu orang datang, membaca puisi, bercerita tentang ketakutan yang pernah disimpan diam-diam, dan akhirnya berani dilepaskan. Panggung itu menjadi tempat bagi suara-suara yang dulu dikubur karena tidak cocok dengan dunia lama. Dan sang anak… berdiri di sebuah padang kosong. Tak ada siapa-siapa. Tak ada rumah. Tak ada suara. Namun tanah di bawahnya terasa hangat,
101.9K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Tangan kanannya menahan formasi pertama yang sudah terbentuk di udara, sementara tangan kirinya mulai bergerak membangun sesuatu yang kedua di sebelahnya. Lebih kecil. Lebih padat. Dipenuhi dengan pola yang berbeda dari yang pertama, tapi entah bagaimana setiap runenya saling menjawab, saling melengkapi, seperti dua potongan teka-teki yang dibuat dari bahan yang sama. "Jembatan Hampa." Dua kata itu keluar dari mulutnya, sangat pelan, hampir seperti bicara kepada diri sendiri.
1064.7K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as puisi rumpang
Show Reviews (15)
Read
+Library
ARYA_RELOAD
aneh cerita lelang nya masa iya si Rian nawar barang 4 00M sampai 1,6 triliun dia sendiri yg naikin wkwkwk normal nya kan harus nya ada lawan yg naikin harga baru Riyan lawan naikin harga, lah ini Riyan sendiri yg naikin harga kan koplak wkwkwkwk
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.4K viewsOngoingAdded to Library 228 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

“Puisi Tentang Yang Tidak Tuntas.” Lucas melirik. “Favoritku.” “Kenapa?” “Karena yang tidak tuntas… biasanya justru paling jujur.” Mereka duduk di lantai kayu tua. Tak ada pengunjung lain. Hanya suara angin dari jendela dan gemerisik kertas yang disentuh. Lucas membaca satu puisi dengan suara pelan. Lalu berhenti, menatap Jasmin. “Boleh aku tanya sesuatu?”
106.4K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Karena di kertasnya ada rangkaian kalimat, membuat mereka tidak perlu membuat puisi sendiri. “Wah, ternyata pasangan pertama kita ini mendapat potongan puisi dari satu puisi yang sama, jadi mereka hanya perlu membacanya, menyambungkannya agar jadi satu kesatuan. Dimulai dari yang ada judulnya,” ucap Bu Sri. Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja
2.7K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Bian kemudian membahas tentang merasa kehilangan sesuatu yang biasanya ia tunggu. "Jadi, aku merasa sedikit hampa beberapa minggu ini. Seperti kehilangan sesuatu." "Apa itu?" tanya Jihan setelah menelan bakso dagingnya. "Aku biasanya menerima puisi di laci meja setiap pagi. Sekarang tidak ada lagi. Mungkin si penulis puisi mundur teratur setelah tahu kita dekat apalagi pacaran seperti sekarang." Bian menyeruput soun bercampur mie kuning dengan kuah yang sedikit menciprat.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Rindu yang Membunuh

Rindu yang Membunuh

Bara kemarahan bercampur rindu yang membeku di dada. Ia mengingat mencari petunjuk: apartemen kosong, laci rapi, buku-buku di tempatnya. Tidak ada catatan, tidak ada pesan. Hatinya seperti teriris, tapi ia menolak terlihat lemah. Setiap malam ia mengulang pertanyaan itu: “Kenapa dia pergi begitu saja?” Kembali ke rapat
688 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as puisi rumpang
Read
+Library
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 315 Times as puisi rumpang
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status