Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ia ingin menjernihkan fikiran dengan melihat hujan ditrotoar area tunggu Mahasiswa Garuda. “Aku ingin menjadi hujan. Meski jatuh berkali-kali, merasakan sakit yang sama, tapi bisa bermanfaat dan membuat orang yang melihat merasa bahagia,” tuturnya. Bergumam sendiri, menghirup sedalam-dalamnya aroma tanah yang diguyur hujan. “Dan Aku, ingin menjadi seperti Angin. Mengarahkan dan membawa hujan kearah dan tempat yang tepat,” sambung pemuda berjas hitam. Dengan dasi yang masih rapih terbasahi guyuran hujan.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
Senandung Cinta Aisyah

Senandung Cinta Aisyah

Ia tak bisa memaksa orang lain untuk bercerita banyak, sekali pun itu sahabatnya sendiri. Erka meraih tangan kanan Aisyah. Menyalurkan setengah energi positif dari dirinya untuk membakar semangat Aisyah. "Kamu enggak usah cerita apa pun. Aku tau itu menyakitkan. Percayalah, jodoh terbaik sedang menantimu. Aku dan kamu memang berbeda keyakinan, tapi aku yakin Tuhan kita sama-sama menyayangi hamba-Nya. Jadi, semangat!" Aisyah tersenyum merekah seperti setangkai mawar yang indah. Hatinya patut bersyukur mendapatkan seorang teman yang mengerti dirinya dalam keadaan apa pun.
104.8K viewsOn holdAdded to Library 116 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
Sera ( Cinta 1001 Malam)

Sera ( Cinta 1001 Malam)

Auranya begitu menantang , Fahri yang tidak terbiasa diperlakukan seperti itu merasa ingin menaklukkannya. "Apakah malam ini malam untuk berduka?" Dia bertanya kepada Sera sambil membuka kemeja hitam yang ia kenakan, bahkan fahri tidak menyangka gaun malamnya pun berwarna hitam. "Apa ini mengganggu?" Ucap Sera malas menanggapi. Fahri berjalan mengambil minuman, lalu meneguknya. Dia juga menyuruh Sera meminumnya sedikit, agar suasananya tidak kaku.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
GGAP 3 : THE LAST

GGAP 3 : THE LAST

Awan menggunakan kemampuan penyembuhan milik Surai Hijau, yang dulu sempat diserap oleh Gumara. Seketika, pendaran cahaya berwarna hijau menyelimuti tubuh Annisa dan juga Chiya. Annisa bisa merasakan hawa sejuk memenuhi seluruh tubuhnya. Ini seperti gurun di padang pasir, ketika mendapatkan air segar. Tanah tersebut langsung berubah sejuk dan menyuburkan seluruh lapisan tanah. Seperti itulah yang dialami oleh Annisa saat ini.
9.4580.3K viewsCompletedAdded to Library 13.3K Times as puisi serenada hijau
Show Reviews (131)
Read
+Library
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Bayu Pranoto
gimana caranya narik vote nya, biar anjlok ratingnya? gak pantes sih novel dengan yg update nya gak jelas dan jarang. awal bagus makanya pada rating, vote banyak tp kalau udah kayak gini ga boleh dibiarin, besar kepala
Read All Reviews
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

seru Lin Shien terkejut. Tanpa pikir panjang, ia berlari keluar aula, mengeluarkan sebuah benda berbentuk bulat berwarna hijau dengan ujung runcing dan sumbu di atasnya. Ia menarik sumbunya, dan seketika gumpalan asap berwarna keemasan membumbung tinggi ke langit, meledak indah membentuk wajah Sura dengan tulisan bercahaya: “Kami baik-baik saja.”
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 271 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
Kesempatan Kedua : Dimanja Tiga Penguasa

Kesempatan Kedua : Dimanja Tiga Penguasa

Mengingat musim dingin hampir tiba, langit lebih sering mengabu kelam dihari-hari biasa. Suasana yang sangat cocok untuk tidur dan bersantai. Namun tidak bagi Serena yang sudah bosan dikurung terus-terusan. Ia rindu udara segar lingkungan luar. Benar saja, menikmati hari sambil memandangi halaman hijau adalah surga dunia. Serena duduk dikursi ayunan, tak lupa menepuk lokasi kosong di sisinya. “Eve, kemarilah,” pintanya riang.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Serangan semakin intens. Dua puluh, tiga puluh, empat puluh dalam rentetan yang tidak punya jeda yang cukup panjang untuk disebut jeda—aura hijau tua yang mengalir dari bilahnya meninggalkan jejak di udara yang tidak langsung menghilang, membentuk pola yang, jika ada yang bisa melihatnya dari atas, menyerupai peta dari sungai yang bercabang tanpa henti. Tribun tidak sunyi.
1031.1K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Lukisan kaligrafi dengan lanskap alam dalam nuansa hijau dan coklat tembaga, dilengkapi puisi yang ditulis tangan di sisi bawahnya: "Tak perlu dengar suara dedaunan, biarkan gemuruh berlalu dan melangkahlah perlahan. Langkah kaki lebih unggul daripada kuda ketika hati tenang. Hidup tetap berjalan, bahkan saat hujan." Goresan tintanya tegas, berani, namun terasa penuh perenungan. Lukisan itu mengandung keheningan yang dalam, seolah bisa menenangkan pikiran siapa pun yang menatapnya terlalu lama.
1023.9K viewsCompletedAdded to Library 813 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
Aster [Indonesia Ver.]

Aster [Indonesia Ver.]

Green semakin bingung, ia belum memahami makna ucapan Sera. “Setelah ini, banyak hal yang akan lo lalui, lo harus kuat.” “Sera…” “Gue cuma mau bilang itu, gue pamit, Green.” “Sera…” Green berteriak, ia terbangun dari tidurnya. Keringat mengucur deras di leher dan pelipis wanita itu. Sera—sahabatnya yang telah meninggal karena mengidap gagal ginjal itu datang ke mimpinya, sudah lama Sera tak menyapanya lewat mimpi, dan kali ini Sera datang mengatakan sesuatu yang tidak Green pahami. Green mengambil segelas air mineral di atas nakas kemudian meneguknya sampai habis. Setelah itu, ia menoleh ke arah jendela yang masih tertutup. Berbeda dengan jam di mimpinya yang menunjukkan pukul 01.00 dini har
104.0K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as puisi serenada hijau
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status