Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

NYANYIAN RINDU Kala Rasa ini Tak mampu kuungkapkan, Kala Rindu ini Tak mampu kuceritakan, Yang ada hanya bisu dan sembilu. Rindu ini, Bagai malam merindukan siang, Laksana bintang-bintang merindukan gugusan awan, Selaksa mentari merindukan hadirnya Rembulan, Yang ada hanya asa yang terangan. Berpuluh-puluh musim telah berganti
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

RINTIHAN TENGAH MALAMSuara itu masih terngiangMenyertai derit pintu yang usangNgik... ngik... seperti nafas seseorangYang merintih di keheningan malamRosdiana...Wanita cantik itu merintih Menghadirkan suara yang membuat nyeriMerintihKarena dosa yang ia milikiRosdianaWanita itu merintihDalam tengah malam yang sepiTubuhnya membekuTertempa dinginnya malam dan tanah makamTak ada seorangpun yang perduliBahkan kekasih hatipun membiarkan ia sendiri.Tengah malam yang sepiIa merintihMengganggu tidur mereka yang mengerti...
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

] Di tengah kegelapan malam, tiga baris pesan yang berderetan di layar itu tampak makin lucu saat terus dipandangi. Tiba-tiba, aku merasa semua ini begitu tidak berarti. Seakan-akan, obsesi yang kupendam di lubuk hati selama lima tahun ini, mendadak luruh begitu saja hanya karena tiga kalimat ini. Aku menyeka air mataku. Jemariku mengetik beberapa kata di layar, lalu mengirimkannya. [Oke, aku akan melakukannya.] Setelah berpikir sejenak, aku menelepon ibuku.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Malam Panas, Hati yang Membeku

Malam Panas, Hati yang Membeku

Pada hari penglihatanku pulih, di kamar mandi aku melihat satu set pakaian dalam wanita yang bukan milikku. Aku menyembunyikan hal itu, ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Di siang bolong, Morin pulang lagi untuk memasakkan makananku. Saat aku makan, seperti biasa dia memutar musik untukku. Dia berkata, "Mia, hatiku terasa sakit melihatmu nggak bisa melihat. Semoga musik bisa membuatmu lebih bahagia."
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Malam itu turun tanpa suara, seperti seseorang menutup langit dengan kain hitam yang pekat. Angin berhenti bergerak, udara terasa lebih berat, seolah memaksa siapa pun yang bernapas untuk merasa sesak. Rumah kecil milik Bu Rini menjadi semakin sunyi, terlalu sunyi untuk ukuran lingkungan yang biasanya penuh suara jangkrik dan anjing menggonggong.
6696 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Namun, amaf aku begitu mengecewakan Jika keduanya kutitip harapan Karena pada akhirnya Aku temui malam yang selama ini aku impikan Dengan damai aku merebah Di bawah konstelasi bintang langit malam Lalu aku berujar pada kegelapan “Aku ingin dipeluk sejuta bulan, bercengkrama dengan gugusan bintang, dibisik derau nan amat runyam” Kala itu aku tahu, Mentari atau senja sudah memberi indahnya Namun, malam Mendekapku tanpa tukas Tak seperti senja yanga hanya sebatas Dan wajah gelap yang selalu sama Tak pernah dilebur pagi sang mentari Mungkin kini hingga nanti Aku berucap dalam rapalan sangkil “Malam, aku menunggumu sejak pernama pertama dan kau mencinta hingga pusara terakhir”
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Dan ia mulai membaca puisi: --- > “Sunyi tidak berisik, tapi menyentuh. Ia tidak datang karena diminta, tapi karena dibutuhkan. Sunyi tidak menyelamatkan, tapi menemani. Dan hari ini, aku tidak ingin didengar dari atas. Karena rumah yang kami bangun tidak punya lantai dua. Semua duduk sejajar. Semua pulang dengan tenang.” --- Beberapa terdiam. Beberapa bingung. Sebagian menatap tanpa berkedip. Tak ada tepuk tangan. Tapi suasana menjadi sangat hening.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Dalam benaknya, sebuah baris puisi muncul begitu saja. "Tak ada yang lebih sunyi dari mencintai seseorang yang tidur di sisimu, tapi hatinya entah di mana." Baris itu, sederhana tapi menelanjangi isi dadanya. Rania membacanya dengan suara gemetar di atas panggung malam itu, dan Bima, merasa seperti disayat diam-diam. Tak ada yang tahu bahwa rumah mewahnya sunyi, ia memang bisa memeluk istrinya tiap malam, tapi tanpa pernah merasa benar-benar dimiliki.
967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

Sementara itu, Luo Yin hanya memejamkan mata sambil menghela napas pelan, membiarkan melodi itu membasuh perasaannya yang juga lelah oleh kehidupan. Tidak ada yang berbicara selama beberapa menit. Hanya musik. Hanya kedamaian dan ketenangan yang bergulir dalam alunan seruling, menciptakan momen sunyi yang lebih dalam dari kata-kata. Setelah satu lagu selesai, Luo Yi perlahan menurunkan seruling dari bibirnya. Ia membuka mata, lalu tersenyum tipis ke arah bibinya. “Bagaimana?” tanyanya.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai puisi tentang malam yang sunyi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status