Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Di dalam pendopo kecil, Raka menempelkan dua syair di tiang kayu: “Jangan kau tanya dari mana aku datang, tanyalah untuk siapa aku berjalan.” Dan satu lagi: “Tanah yang disiram peluh rakyat, akan tumbuh jadi kota yang bermartabat.” Tuan Karel datang malam harinya. Ia membaca kedua syair itu tanpa berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Raka. “Syair seperti ini tak sekadar hiasan dinding. Ini seperti bendera dalam perang: kecil, tapi bisa membawa ribuan maju.”
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

Глаза боятся, а руки делают (Glazah bayatsa, a ruki dyelayut) “Mata merasa ketakutan tapi tangan tetap melakukan.” St. Petersburg, 2017 Teriknya mentari siang itu tak menghalangi para tentara yang sedang berlatih. Xabi dan Sembilan orang lainnya bersila di tepi lapangan menunggu giliran. Mereka memakai kaus putih, celana hijau khas tentara, dan sepatu bot.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

Sambil memapah Sarah, Lina menunjuk Rama dengan tangan gemetar. "Rama, semua orang tahu kamu benci sama Sarah, tapi kamu jangan lupa, semenjak kakakmu pergi menjadi tentara, Sarah selalu merawatmu dengan baik. Itu nggak sebentar, sudah empat tahun!" "Sekarang kamu malah tega menjualnya pada Tuan Barata, apa kamu masih manusia?" Mengikuti Lina, para penduduk yang lain silih-berganti memaki Rama. Saat ini, kesalahan Rama yang dulu-dulu, semua diungkit.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
ELLIA

ELLIA

tambah seorang tentara. “Apa sudah diperiksa indentitas mereka?” “Siap, sudah. Mereka semua pekerja Georges Hat.” “Georges Hat?” Kepala Tentara mengulang. Kemudian ia bergumam, “Seperti sebuah nama rumah komedi. Mmm atau sulap.” “Apa kami diijinkan pergi?” tanya Cuki. “Baiklah. Ini jam pasir milik kalian. Dan Ini surat jalan bahwa kalian telah mendapat pemeriksaan di gerbang masuk.” Kepala Tentara memberikan jam pasir kuno dan selembar kertas pada Cuki.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

Tentu saja atas tuduhan pemberontakan yang tak pernah kami lakukan. Hanya aku yang disisakan hidup. Kata tentara biadab itu, karena mataku indah dan suatu hari nanti aku pasti akan jadi gadis yang cantik. Aku tak paham apa maknanya, dan ternyata dia ingin menjadikanku pelacurnya.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

Sampai-sampai ada beberapa serdadu yang sebelumnya jual sawah dan ladang untuk jadi tentara berbisik pada rekannya, uangnya kini sudah di ganti berlipat-lipat oleh Tuhan. "Tuhan sangat Adil, ayah dan ibuku tak punya sawah, terjual hampir 100 juta, untuk bantu aku jadi tentara. Kini dengan uang 1 miliaran, aku akan minta kedua orang tuaku beli lagi sawah dan kebun itu," bisik si tentara dan Rey yang mendengar ini langsung angkat jempol. “Baru kali ini aku menemukan komandan yang tak serakah. Padahal kalau dia mau, uang 27 miliaran itu bisa dia miliki sendiri,” bisik Boni ke Anang.
1060.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Tenggorokan Emily menegang, dan ia berkata dengan lembut. Ia serius. Anggur itu kuat, tetapi memiliki kerenyahan dan keterusterangan yang unik, ciri khas Northern Territory, sama seperti dirinya—sedikit bicara, namun selalu meninggalkan kesan mendalam. Segera setelah itu, musisi istana memainkan poetic ode (ode puitis). Seorang Bard berjalan ke pusat aula, membacakan pilihan dari puisi chronicle Empire, memuji kemuliaan Dragon Ancestor dan kegembiraan persatuan pasangan baru.
9.67.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

Kali ini adalah puisi Xin Qiji, *"Ditulis kepada Chen Tongfu." *"Ketika mabuk, aku mengangkat lampu untuk melihat pedang, saat bermimpi kembali ke kamp. Delapan ratus mil jauhnya, pasukan bernyala di bawah bendera. Suara seruling terdengar di medan perang, aku menyerang di musim gugur.*
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Pelayan Baru Sang Tuan

Pelayan Baru Sang Tuan

Setelah turun di bandara, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat. Suasana di sana masih sangat asri. Banyak pepohonan yang menjulang tinggi. Bahkan, nyaris tidak ada polusi. Sangat berbeda jauh dengan keadaan di kota. Yang hanya ada bangunan pencakar langit juga polusi di mana-mana. William yakin, jika disuruh tinggal di tempat setenang itu, dirinya pasti akan merasa sangat betah.
801 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Mas Raja: "Alya Humaira, Aku rindu" Cairan bening langsung memenuhi kedua pelupuk mataku begitu membaca pesan itu, dan sedetik kemudian cairan bening itu mulai menganak sungai di kedua pipiku.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai puisi tentara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status